Indra, Pemuda Kampung Cijulang yang Menggagas Komunitas Visualin untuk Kembangkan Bakat Warga

Astakamedia.com – Seorang pemuda dari Kampung Cijulang, Desa , Kecamatan Kalibunder, Sukabumi, bernama Indra, telah menciptakan sebuah komunitas yang menginspirasi bernama *Visualin*.

Indra, yang lebih akrab disapa Kang Indra, adalah seorang musisi yang memiliki ketertarikan mendalam di bidang seni.

Bacaan Lainnya

Setelah kembali ke kampung halamannya di Cijulang, ia melihat banyak potensi yang dimiliki oleh warga sekitar serta keindahan alam yang bisa dikembangkan lebih jauh.

Didorong oleh semangat untuk memajukan kampung halamannya, pada 2022, Indra memutuskan untuk membuat kanal YouTube bernama *Visualin*.

Nama ini dipilih dengan makna mendalam, yaitu “memvisualkan” bakat-bakat warga Kampung Cijulang yang tersembunyi.

“Saya melihat banyak potensi di sini, baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Saya ingin mengangkat bakat-bakat mereka dan memberikan platform untuk berkembang,” ungkap Indra pada Kamis 29 Agustus 2024.

Melalui *Visualin*, Indra memberikan pengarahan kepada anak-anak dan orang dewasa di kampungnya dalam berbagai bidang seni dan keterampilan. Seni peran, , menjadi MC, editing video, komputer, dan berbagai keterampilan lainnya.

“Semua ini dilakukan dengan tujuan untuk merangkul warga dan membantu mereka mengembangkan bakat yang dimiliki, sekaligus meng-upgrade keterampilan mereka agar tidak tertinggal di era digital yang terus berkembang,” jelasnya.

Dalam dua tahun terakhir, *Visualin* telah mengikuti berbagai lomba online dan aktif dalam produksi film.

Film-film yang dibuat oleh komunitas ini menampilkan kearifan lokal dengan suasana kampung dan menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Sunda.

Setiap tahun, hasil karya *Visualin* dipamerkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik .

Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk yang ada di Kampung Cijulang maupun didesa lain dikawasan Jampang., dengan menampilkan , film, olahraga, tari adat, dan banyak lagi.

Namun, perjalanan *Visualin* tidak selalu mulus. “Selama ini, kami berjuang sendiri. Saya berharap *Visualin* bisa menarik lokal maupun luar untuk datang ke , Sukabumi, dan melihat karya-karya yang telah kami buat,” harapnya.

Komunitas *Visualin* yang digagas oleh Indra tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan bakat, tetapi juga sebagai upaya melestarikan lokal melalui seni.

Dengan tekad dan semangat yang tak kenal lelah, Indra terus berjuang untuk mewujudkan visinya, membangun dan mengangkat potensi Kampung Cijulang ke panggung yang lebih luas.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *