Astakamedia.com – Persaingan politik dalam pemilihan parlemen Israel pada Selasa (27/10/2026) berlangsung ketat. Hasil hitung cepat atau exit poll menunjukkan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot sementara berada di atas koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Berdasarkan proyeksi tiga stasiun televisi utama Israel, blok oposisi diperkirakan mengamankan 52 kursi parlemen.
Sementara itu, koalisi Netanyahu diproyeksikan memperoleh 50 kursi, sedangkan 18 kursi lainnya diperkirakan menjadi milik partai-partai Arab di luar kedua kubu tersebut.
Mengutip Reuters, Rabu (28/10/2026), hasil sementara ini menjadi tantangan politik bagi Netanyahu, yang telah memimpin Israel selama hampir 19 tahun dalam beberapa periode pemerintahan.
Meski oposisi unggul dalam proyeksi perolehan kursi, peluang pergantian kepemimpinan belum dapat dipastikan.
Pasalnya, parlemen Israel atau Knesset memiliki total 120 kursi. Untuk membentuk pemerintahan mayoritas, sebuah blok politik membutuhkan sedikitnya 61 kursi.
Dengan proyeksi saat ini, baik kubu oposisi maupun koalisi Netanyahu belum memenuhi jumlah tersebut.
Perbedaan hasil proyeksi juga terlihat dalam laporan sejumlah media Israel. Channel 14, yang dikenal memiliki kecenderungan mendukung Netanyahu, memperkirakan koalisi pemerintah dapat meraih 60 kursi.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil proyeksi tiga jaringan televisi utama, tetapi masih belum mencukupi untuk mencapai mayoritas parlemen.
Situasi ini membuat arah pembentukan pemerintahan Israel berikutnya masih belum jelas.
Hasil akhir pemilu dan kemungkinan dukungan dari partai-partai di luar kedua blok akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang dapat membentuk pemerintahan baru.






