Astakamedia.com – Memasuki usia satu dekade, Sekolah Sepak Bola (SSB) Mutiara 97 menggelar kegiatan fun football yang melibatkan para siswa dan orang tua di Kota Bogor, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan perjalanan 10 tahun SSB Mutiara 97 sekaligus momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan yang selama ini telah terbangun di lingkungan sekolah sepak bola tersebut.
Berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya yang mengundang sekitar 32 SSB untuk mengikuti festival, peringatan satu dekade kali ini dikemas melalui kegiatan fun football. Para orang tua dari berbagai kelompok usia turut dilibatkan untuk meramaikan kegiatan tersebut.
Melalui konsep ini, perayaan tidak hanya menjadi milik para siswa, tetapi juga melibatkan orang tua yang selama ini turut mendukung proses pembinaan anak-anak mereka.
Pembina SSB Mutiara 97, Erwin, mengatakan bahwa kegiatan fun football dipilih untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan di antara keluarga besar SSB Mutiara 97.
“Tahun ini kita mengadakan fun football untuk setiap kelompok usia. Tujuannya satu, untuk mempererat silaturahmi. Kita ingin menjadi wadah bagi bapak-bapak dan ibu-ibu, karena komunitas kita sudah besar. Ke depannya, kita ingin menjadi lebih baik lagi,” ujar Erwin.
Menurutnya, perjalanan selama 10 tahun tidak hanya berkaitan dengan perkembangan sekolah sepak bola, tetapi juga bagaimana SSB Mutiara 97 dapat terus menjadi wadah yang menyatukan siswa dan keluarga mereka dalam satu komunitas.
Ia kemudian menceritakan bagaimana SSB Mutiara 97 memulai perjalanannya dengan jumlah siswa yang masih terbatas. Dari yang awalnya hanya memiliki sekitar 10 hingga 20 anak, kini jumlah siswa terus berkembang hingga mencapai 245 orang.
“Perjalanan ini terus berjalan. Awalnya, SSB kita hanya memiliki 10 sampai 20 anak. Namun, setelah 10 tahun, kita tetap stabil, bahkan cenderung maju sebagai salah satu kiblat sekolah sepak bola di kota. Yang paling jelas, selama 10 tahun ini kita bisa menciptakan bibit-bibit sepak bola di tingkat kota maupun provinsi,” ungkapnya.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang disyukuri selama perjalanan satu dekade SSB Mutiara 97. Selain bertambahnya jumlah siswa, sekolah sepak bola ini juga terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan melalui berbagai kegiatan latihan, festival, dan kompetisi.
Salah satu pencapaian yang membanggakan datang dari Alia, siswi binaan SSB Mutiara 97 yang berhasil bergabung dengan Timnas Indonesia U-17.
Dalam perayaan satu dekade tersebut, Alia juga turut hadir untuk meramaikan kegiatan bersama keluarga besar SSB Mutiara 97. Selain itu, legenda sepak bola Indonesia, Budi Sudarsono, juga menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Erwin mengatakan, berbagai pencapaian lainnya juga telah diraih SSB Mutiara 97 melalui keikutsertaan dalam sejumlah festival dan kompetisi sepak bola.
Bahkan, belum lama ini SSB Mutiara 97 berhasil menempati posisi kedua dalam ajang grassroots tingkat nasional. Mereka berhasil melaju hingga babak final setelah menghadapi tim asal Lampung pada pertandingan semifinal.
“Alhamdulillah, tadi kita juga kedatangan Alia. Alia merupakan siswi kita yang berhasil masuk Timnas Indonesia U-17. Tadi dia juga datang pagi-pagi. Kebetulan, ada undangan juga untuk legenda sepak bola Indonesia, Budi Sudarsono, yang menyempatkan waktunya untuk hadir,” tuturnya.
“Selama 10 tahun ini banyak pencapaian yang sudah kita raih, terutama dari berbagai event festival. Jumat kemarin, kita berhasil menjadi peringkat kedua dalam ajang grassroots nasional se-Indonesia. Di semifinal kita bertemu Lampung, kemudian di final kita kalah oleh Rio,” lanjut Erwin.
Ia juga menegaskan bahwa dalam mengikuti berbagai kompetisi, SSB Mutiara 97 mengutamakan siswa hasil pembinaan sendiri tanpa menggunakan pemain pinjaman dari sekolah sepak bola lainnya.
“Ini menjadi salah satu pencapaian kita. Saat ini kita juga mengikuti beberapa liga dan event. Alhamdulillah, dengan jumlah 245 siswa, SSB ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan jalurnya. Di sini tidak ada pemain pinjaman, semuanya merupakan anak-anak binaan kita sendiri yang mengikuti turnamen maupun festival,” jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan SSB Mutiara 97 selama satu dekade juga diikuti dengan pembenahan dalam sistem pengelolaan organisasi. Salah satunya melalui penerapan sistem digital untuk mendukung berbagai kebutuhan administrasi dan pembinaan siswa.
Erwin menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh kebutuhan administrasi SSB Mutiara 97 telah menggunakan sistem digital. Mulai dari pembayaran SPP, pendaftaran siswa, pengelolaan honor pelatih, absensi hingga rapor perkembangan siswa.
Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sekaligus mengikuti perkembangan teknologi. Terlebih, dengan jumlah siswa yang mencapai 245 orang, sistem digital diharapkan dapat mempermudah berbagai aktivitas administrasi dan pembinaan.
“Masih banyak yang belum saya capai. Ke depannya, kita ingin meningkatkan kualitas, memperkuat sistem digital, karena saat ini seluruh pengelolaan SSB sudah menggunakan sistem digital. Mulai dari SPP, pendaftaran, honor pelatih, absensi siswa, sampai rapor siswa, semuanya sudah digital. Kita tidak lagi menggunakan sistem manual. Ini menandakan bahwa SSB kita sudah semakin maju,” kata Erwin.
Memasuki usia satu dekade, Erwin berharap SSB Mutiara 97 dapat terus berkembang, baik dari segi kualitas pembinaan maupun sistem pengelolaan. Ia juga ingin semakin banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sepak bola melalui sekolah tersebut.
Selain mengejar berbagai pencapaian di bidang olahraga, kebersamaan yang telah terbangun selama 10 tahun juga menjadi hal yang ingin terus dipertahankan.
“Ke depannya, kita ingin menciptakan dan melahirkan lebih banyak anak-anak untuk sepak bola di kota ini maupun di tingkat nasional,” pungkasnya.
Melalui perayaan satu dekade ini, SSB Mutiara 97 berharap dapat terus menjadi tempat bagi anak-anak untuk berkembang melalui sepak bola sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan antara siswa, orang tua, pelatih, dan seluruh pihak yang menjadi bagian dari perjalanan SSB Mutiara 97.***






