ASTAKAMEDIA.COM – Rizal Ramli, nama yang menjadi sorotan dalam dunia ekonomi dan politik Indonesia, meninggalkan jejak yang mendala. Ia dikabarkan berpulang pada 2 Januari 2024.
Sebagai seorang pakar ekonomi dan tokoh pergerakan mahasiswa, Rizal Ramli meniti karier yang cemerlang, penuh tantangan, dan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia.
Berikut adalah profil singkat Rizal Ramli, seorang pakar ekonomi dan tokoh pergerakan mahasiswa.
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Rizal Ramli dilahirkan pada 10 Desember 1954, anak dari Ramli dan Rabiah. Ayahnya bekerja sebagai asisten camat, sedangkan ibunya sebagai seorang guru.
Kehidupan Rizal Ramli berubah drastis ketika, pada usia enam tahun, ia menjadi yatim piatu setelah kehilangan kedua orangtuanya. Neneknya di Bogor menjadi tempat tinggalnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Rizal Ramli menunjukkan ketangguhannya dalam menempuh pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Hutabarat Bogor, ia melanjutkan ke SMP 1 Bogor dan kemudian ke SMA 2 Bogor.
Rizal Ramli meneruskan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan menggantungkan harapan dan bekerja keras untuk biaya kuliahnya.
Perjalanan Karier dan Aktivisme
Rizal Ramli tinggal bersama neneknya di Bogor setelah kedua orangtuanya meninggal. Ia duduk di bangku sekolah di SD Hutabarat Bogor, kemudian Rizal Ramli melanjutkan pendidikannya di SMP 1 Bogor. Rizal Ramli kemudian melanjutkan pendidikan di SMA 2 Bogor.
Aktivisme Rizal Ramli terwujud sejak masa kuliahnya di ITB. Pada tahun 1978, bersama teman-temannya, ia terlibat dalam penulisan Buku Putih Perjuangan Mahasiswa ITB, yang mengkritik kebijakan otoriter dan praktik KKN.
Keterlibatannya membuatnya dipenjara di Sukamiskin, tempat yang sebelumnya menahan Presiden Soekarno.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Amerika, Rizal Ramli kembali ke Indonesia dan mendirikan ECONIT Advisory Group, sebuah organisasi ekonomi yang aktif mengkritisi kebijakan pemerintahan order baru.
Pada tahun 2000, ia diangkat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), di mana berhasil membawa perubahan signifikan dalam tempo enam bulan.
Rizal Ramli terus meniti karier politik dan ekonomi dengan menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2000 dan Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Juni-Agustus 2001.
Selanjutnya, ia menjadi komisaris utama di beberapa perusahaan BUMN, termasuk Bank BNI.
Kontribusi Rizal Ramli dalam Mengkritisi Kebijakan Pemerintah
Sebagai seorang ekonom dan politikus, Rizal Ramli dikenal sebagai sosok yang gigih dalam mengkritisi kebijakan pemerintah.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia diangkat sebagai Menko Kemaritiman pada Agustus 2015, namun posisinya digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.
Meski demikian, kritik konstruktifnya terhadap kebijakan tetap menjadi sorotan.
Kehidupan Pribadi
Rizal Ramli menikah dua kali, pertama dengan Herawati Moelyono yang meninggal karena penyakit kanker, dan kemudian dengan Marijani yang juga meninggal akibat penyakit serupa.
Beliau sempat menyelesaikan pendidikan S3 di bidang ekonomi di Boston University, Amerika Serikat.
Kabar meninggalnya Rizal Ramli pada 2 Januari 2024 meninggalkan duka mendalam di kalangan masyarakat Indonesia.
Sebagai seorang pakar ekonomi, politikus, dan tokoh pergerakan mahasiswa, perjalanan hidup Rizal Ramli memancarkan inspirasi dan meninggalkan warisan berharga dalam dinamika kehidupan bangsa.***






