Astakamedia – Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari angkat suara terkait persoalan sampah yang menggunung di Jalan Merdeka, tepatnya di depan Pasar Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu, 12 Juni 2024.
Menurut dia, tumpukan sampah ini terjadi akibat truk pengangkut khusus di Pasar Merdeka mengalami kecalakaan. Akibatnya, sampah tidak terangkut untuk sementara waktu.
“Armada yang dikhususkan untuk pasar ini ada kecelakaan kemudian tidak bisa beroperasi dan kita tidak punya cadangan. Karena pasar ini pengelolaannya khusus ya,” kata Hery Antasari.
Menurut dia, memang beberapa armada truk sampah yang ada di Kota Bogor ini harus mengalami perbaikan.
“Saya kemaren beberapa hari lalu cek armada kita, memang harus banyak yang diperbaiki. Saya kurang paham ya apa yang terjadi, sehingga pemeliharaan untuk armada ini menjadi seperti sekarang,” ucap Hery Antasari.
Meski begitu, diyakini Pj Wali Kota Bogor, saat ini pihaknya akan berbicara dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memperbaiki armada pengangkutan sampah di Kota Bogor.
Disisi lain, Hery Antasari menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengatasi penumpukan sampah ini dengan cara menggunakan armada cadangan dari tempat lain.
“Poinnya akan mengatasi sampah tadi dengan cara-cara yang baiklah ada armada cadangan dari tempat lain. Yang bisa saya lakukan sebagai PJ Wali Kota Bogor kita buat solusinya yang fundamental buat Wali Kota Bogor berikutnya,” tandas Hery Antasari.
Sebelumnya, ada yang tak biasa di sekitaran Pasar Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Rabu, 12 Juni 2024. Warga disajikan tumpukan sampah yang menggunung hingga sampai meluber ke jalan raya.
Sampah yang menumpuk di jalan Merdeka ini menutup sebagain jalan. Sampai-sampai, sampah ini mengeluarkan aroma yang sangat menyengat sehingga menganggu ke pengguna jalan dan pedagang di sekitarnya.
Salah satu pedagang di Pasar Merdeka, Adi (28) mengatakan, diperkirakan sampah yang berada menggunung ini sudah semingguan. Menurutnya, setiap hari ada petugas kebersihan yag mengangkut sampah ini, akan tetapi cuman menggunakan truk sampah yang kecil.
“Ada aja cuman pake mobil yang kecil, cuman pake mobil kecil ga ketampung semua. Jadi banyak yang buang sampah kesini, yang dari pasar anyar aja buang sampahnya kesini,” kata Adi.
Dengan adanya tumpukan sampah ini, dirinya mengeluhkan dengan bau sampah yang sangat menyengat.
Baunya aduh kalo gabiasa mah udah pada gamau diem disini, berhubung disini udah tiap hari disini jadi udah biasa. Apa lagi bahaya polusi udaraanya beda,” ucap dia.
Tidak hanya itu, Adi menyebutkan, bahwa belum lama ini sempat ada pengendara sepeda motor yang jatuh akibat dari sampah tersebut.
“Kemarin sempat ada kejadian jatuh dari motor grab. Licin kena plastik,” ujar dia.
Sementara itu, warga Usup (63) menjelaskan, tumpukan sampah ini terbagi menjadi dua, yang mana pada bagian belakang itu merupakan sampah yang sudah 1 bulan tidak diangkut dan untuk yang bagian depan sudah 5 hari.






