Perampokan Berpakaian Polantas di Agen BRI, Bawa Kabur Uang Rp72 Juta

Agen BRI
Detik-detik perampokan Agen BRI Link di Jalan Seminai, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, pada Minggu malam, 11 Agustus 2024.(Astakamedia)

Astakamedia – Kejadian mengejutkan terjadi di Jalan Seminai, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, pada Minggu malam, 11 Agustus 2024. Seorang pria yang mengenakan kaos polisi (Polantas) berhasil melakukan aksi perampokan di sebuah gerai .

Peristiwa ini menghebohkan warga setempat dan memicu perhatian luas karena modus yang digunakan pelaku cukup licik.

Bacaan Lainnya

Perampokan ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Dalam rekaman video yang beredar, pelaku terlihat mengenakan helm merah, kaos Polantas, dan celana taktis.

Pelaku tampak mondar-mandir di sekitar lokasi sejak pukul 18.00 WIB, seolah-olah sedang mengamati situasi dan menunggu momen yang tepat untuk melancarkan aksinya.

Tak lama kemudian, pelaku memasuki gerai dan dengan cepat menyerang dua wanita yang sedang bertugas di sana.

Tanpa banyak basa-basi, ia langsung mengambil uang tunai sejumlah Rp72.690.000 yang ada di gerai tersebut. Setelah itu, pelaku dengan cepat melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri, membenarkan adanya perampokan ini dan menyatakan bahwa pihak korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Pelalawan pada Senin, 12 Agustus 2024.

“Benar, korban sudah membuat laporan di , dan kerugian mencapai Rp72 juta,” ungkap AKBP Afrizal dalam keterangannya pada Selasa, 13 Agustus 2024.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi pelaku. Salah satu fokus utama penyelidikan adalah penggunaan kaos Polantas oleh pelaku, yang diduga kuat sebagai upaya untuk mengelabui korban dan warga sekitar.

“Kami masih menyelidiki lebih lanjut, terutama terkait pelaku yang menggunakan kaos Polantas,” tambahnya.

Aksi perampokan ini tidak hanya mengundang kecemasan di kalangan warga Pangkalan Kerinci, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang tingkat keamanan di wilayah tersebut.

Modus yang digunakan pelaku, yakni berpakaian seperti anggota polisi, menjadi peringatan bagi warga untuk lebih waspada terhadap aksi kejahatan yang semakin beragam.

Warga setempat berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. Mereka juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, dan meminta peningkatan patroli keamanan di area-area rawan kejahatan seperti gerai dan tempat-tempat lainnya.

Kedua korban yang merupakan pegawai gerai dikabarkan mengalami trauma setelah insiden ini. Meski tidak mengalami luka fisik, pengalaman menjadi sasaran perampokan dengan cara yang begitu intimidatif tentu meninggalkan dampak psikologis yang mendalam.

Hingga kini, mereka masih dalam kondisi tertekan dan enggan untuk kembali bekerja sebelum pelaku tertangkap.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kejahatan yang terjadi di Pelalawan, dan menjadi tantangan besar bagi pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus ini.

Warga berharap penangkapan pelaku bisa memberikan rasa kembali dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan di wilayah mereka.(sw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *