Astakamedia – Ipin Tasripin, seorang pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak menjadi pusat perhatian.
Pasalnya, ia dikejutkan dengan saldo pensiunnya yang mencapai Rp7,8 miliar lebih—jumlah yang tidak wajar dan jauh dari ekspektasi.
Kejadian tak terduga ini membuat Ipin panik sekaligus bingung. Ia awalnya mengira hanya akan mendapatkan kiriman saldo pensiun yang sama dengan rekan-rekannya, yang rata-rata tidak lebih dari Rp100.000.
Namun, betapa terkejutnya ia ketika melihat saldo di rekening Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) miliknya mencapai angka fantastis.
“Beberapa hari lalu, saldo saya masih nol. Teman-teman saya sudah dapat sekitar Rp95.000. Tiba-tiba, saat dicek pada Kamis siang, saldo saya jadi Rp7 juta lebih. Tapi pas dicek ulang, ternyata nolnya banyak, sampai Rp7,8 miliar,” cerita Ipin pada Minggu (15/9/2024).
Campur Aduk: Antara Bahagia dan Panik
Meski sempat merasa bahagia dengan “durian runtuh” yang tak terduga ini, Ipin mengaku lebih banyak merasakan kebingungan.
“Saya sampai gemetar dan panik. Makan jadi nggak enak, minum pun begitu. Di satu sisi senang dapat uang sebanyak itu, tapi di sisi lain juga bingung karena jumlahnya terbilang nggak masuk akal,” ungkapnya.
Uang tersebut sebenarnya merupakan dana pensiun dari DPLK yang bisa dicairkan setiap tahunnya saat kontrak kerja habis.
Sebagai pegawai non-ASN, Ipin terdaftar sebagai peserta DPLK melalui salah satu bank daerah, sehingga setiap tahunnya ia berhak mencairkan saldo pensiun tersebut. Namun, jelas saja, angka miliaran rupiah tersebut sangat jauh dari yang diharapkannya.
Hingga kini, Ipin masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak bank terkait salah transfer ini. Apakah jumlah tersebut hanya kesalahan teknis atau memang ada hal lain yang belum terungkap, Ipin memilih untuk tetap waspada dan tidak gegabah.
“Saya harap ada klarifikasi segera, soalnya kalau ini salah, bisa jadi masalah besar,” tambahnya.
Peristiwa ini tentunya menjadi sorotan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, terutama di kalangan rekan-rekan kerjanya yang juga ikut bingung dengan kejadian ini.(sw)






