Kerajinan Bambu dari Micky Mulyadi, Melanglang Buana ke Belanda dan Kairo

Astakamedia.com – Rasa suka Micky Mulyadi terhadap Bambu, sepertinya tidak pernah surut. Sejak tujuh tahun terakhir, ia tekun berkutat dengan bambu.

Bermacam kreasi bambu dihadirkan dalam aneka bentuk. Mulai dari model yang sederhana seperti tempat korek api, hingga pengerjaannya harus melewati tahapan yang lebih rinci, seperti saat membuat sebuah miniatur Kapal Layar Pinisi.

Bacaan Lainnya

Proses kreatif memprosuksi kerajinan tangan dari bambu dilakukan Micky, disebuah bengkael (workshop) di RT01/05, Kelurahan Situ Gede, , Kota Bogor. lokasinya dekat dengan Situ Gede, di belakangnya terhampar miniatur hutan tropis di Cifor.

Sewaktu memperlihatkan cara membuat tempat korek api, tangannya sangat cekatan mengunakan pisau cutter, gunting, gerinda, gergaji mesin bahkan mengunakan alat yang sudah komputerisasi, seperti mesin Cnc.

Mesin itu memancarkan sinar laser untuk memotong atau membuat grafis di permukaan bambu. Mesin Cnc yang dimiliki Micky, Zaiku CNC LS-6040 untuk Cutting dan Grafir, harganya sekitar Rp30 jutaan.

“Mesin cnc didapat dari bantuan Dinas Koperasi dan Kota Bogor,” kata Micky, Selasa 1 Oktober 2024.

Peralatan yang yang terhitung mumpuni, serta keterampilan yang memadai, bermacam bentuk bisa dihasilkan dari bambu.

“Banyak sekali macam yang bisa dibuat dari bambu,” kata Micky.

Namun sekarang, Mug serta Tambler, menjadi produk yang paling diminati konsumen. Dampaknya, belakangan ini peningkatan jumlah pesanan Mug serta Tambler melonjak naik.

Terkadang Micky, kewalahan menangani pesanan yang bertubi-tubi.
Maklum, semua itu dikerjakannya sendiri. Kapasitas produksi Tambler dalam sebulan mencapai 100 pices.

Bahan baku utama terdiri dari bambu Tali, bambu Hitam serta alumunium. Jenis bambu Tali dan Hitam sangat berlimpah. Keduanya mudah didapat.

“Bambu tali dan hitam labih mudah dibentuk. Bambunya liat dan lembut,” ungkap Micky.

Bengkel produksi bambu milik Micky, sangat sederhana. Namun, ditempat itu Micky, mengerjakan pesanan dari pelanggannya diberbagai daerah.

Produk yang sudah tersedia didistribusikan ke wilayah DKI Jakarta, Sumatera Barat, serta Papua. Pesanan juga mengalir dari manca negara, seperti Belanda serta Kairo.

Tambler bambu, produksi kerajinan berbahan ramah lingkungan dijual dengan harga berkisar Rp165 hingga Rp250 ribu.

“Kebanyakan pesanan dari Belanda dan Kairo, botol air minum atau tambler,” cetus Micky.

Workshop bambunya berada di Jalan Tambakan No.10, RT01/RW05, Kelurahan Situ Gede, , Kota Bogor, Jawa Barat.

Berukuran sekitar 10 × 4 meter, Workshop Mq Art Bamboo milik Micky sangat sederhana. Banyak bambu jenis hitam dan tali berderet menyangga terpal.

Di bengkel itu tersedia sejulah peralatan seperti Bandsaw, Catting, Mesin Bubut, Gurinda, Mesin Bor duduk, Scrawsaw, Carter Amplas Portable dan mesin CNC Laser.

Bambu yang digunakan bisa dari jenis bambu apa saja, seperti yang banyak di lingkungan.

Tapi bambu yang dinilai lebih cocok adalah jenis bambu hitam dan tali. Kata Micky, bambu Hitam memiliki serat lebih dan mudah untuk dibentuk saat proses pengerjaan.

Keterampilan mengolah bambu terus diasah. Pada 2018, Micky langganan mengikuti pelatihan-pelatihan bambu yang diselenggarakan Pemerintah Bogor.

Selanjutnya pada 2020, Micky mulai menikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Kota Bogor, ia masuk dalam komunitas yang digagas HIPMI Kota Bogor bernama Kawani.

“Seiring berjalannya waktu, kesibukan saya diisi dengan mengajar. Memberikan pelatihan bambu,” terang Micky.

Biasanya peserta berasal dari atau kota di Pulau Jawa. Ia merasa senang berbagi ilmu mengolah bambu dengan para peserta.

Diakui Micky, saat ini melalui kehadiran internet, pemasaran bisa dilakukan secara online. Menggukan aplikasi seperti Shopee, diyakini bakal meningkatkan pesanan.

“Menurut saya bagus banget, cuma untuk saat ini saya belum berani, karna belum ada team yang bisa jalani dan kita masih tetap fokus sama pemasaran yang sudah berjalan,” katanya.

Jika nya sudah terpenuhi semua, tentu jelas Micky tidak akab berfikir duakali melakukan penjualan di aplikasi Shoppe, untuk mendongkrak penjualan.***

Editor: Anjani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *