Yayasan AKSI Gelar Pameran “Lembaran Senyap”, Suara Kesehatan dalam Karya Seni

Astakamedia.com – AKSI Keadilan Indonesia (AKSI) menggelar pameran bertajuk “Lembaran Senyap” sebagai bagian dari program Art Speaks Justice (ASJ). Pameran ini diselenggarakan pada 21-23 Februari 2025.

Acara pameran “Lembaran Senyap” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu fisik dan mental melalui .

Bacaan Lainnya

Direktur AKSI Keadilan Indonesia, Suhendro Sugiharto, menjelaskan bahwa ASJ merupakan program tetap yang diinisiasi sebagai ruang inklusif bagi seniman dan komunitas untuk menyuarakan isu sosial.

“Kami ingin memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai tantangan sosial yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk karya . Kali ini, kami mengangkat tema , baik fisik maupun mental, yang masih membutuhkan perhatian lebih,” ungkap Suhendro, Jum’at 21 Februari 2025.

Tema utama pameran “Lembaran Senyap” lahir dari serangkaian diskusi dengan komunitas akar rumput dan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang .

Dalam pameran ini, tidak hanya dipandang sebagai kondisi fisik, tetapi juga sebagai refleksi dari keadilan sosial.

Hak atas layanan kesehatan yang layak dan setara masih menjadi tantangan bagi kelompok marjinal yang sering menghadapi stigma dan diskriminasi.

Melalui karya-karya dari seniman seperti Gratiagusti Chananya Rompas, Dimas Satria Putera, Denis Arham, dan Puji Cipta, pameran ini menyoroti isu kesehatan jiwa dan HIV yang menjadi bagian dari ketidakadilan sistemik.

“AKSI Keadilan Indonesia berharap pameran ini dapat menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk berdiskusi dan berefleksi mengenai kondisi kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Pameran ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Pemerintahan telah mencanangkan berbagai program guna memperkuat sistem kesehatan nasional, termasuk penyediaan layanan skrining kesehatan mental secara berkala.

“Kami berharap ASJ dapat menjembatani diskusi antara seniman, komunitas, pemerintah, dan media dalam memahami pentingnya kesehatan sebagai hak dasar manusia. bukan hanya tentang estetika, tetapi juga alat advokasi yang mampu menggerakkan perubahan sosial,” pungkasnya.***

Editor: Anjani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *