Astakamedia.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Bogor yang akan menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) secara inklusif dan bersahabat bersama para pekerja pada 6 Mei 2025.
Sastra menilai bahwa pendekatan yang diambil oleh Pemkab Bogor ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kemitraan antara unsur buruh, pengusaha, dan pemerintah.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar peringatan, melainkan bagian dari upaya membangun relasi ketenagakerjaan yang sehat dan berkeadilan.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah Pemkab Bogor yang ingin memperingati Mayday dengan cara yang lebih positif, edukatif, serta melibatkan pekerja secara aktif. Ini mencerminkan penghargaan terhadap hak-hak buruh,” ujar Sastra, Kamis 1 Mei 2025.
Ia berharap, momen ini bisa menjadi ajang berdialog secara terbuka antara pemerintah dan pekerja untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan, sekaligus mendorong kesejahteraan yang lebih merata bagi kalangan buruh.
Kegiatan peringatan Mayday tahun ini akan diisi dengan serangkaian acara, mulai dari forum diskusi, pertunjukan budaya, hingga kegiatan edukasi yang melibatkan serikat buruh serta pelaku usaha. Langkah ini diyakini bisa mempererat solidaritas lintas sektor.
“Semoga perayaan Mayday kali ini dapat menjadi simbol peringatan yang damai, bermakna, dan produktif, tanpa gesekan. Justru memperkuat semangat gotong royong antara semua pihak,” imbuhnya.
Format peringatan yang bersifat dialogis ini juga mencerminkan semangat kerja sama tripartit antara buruh, pengusaha, dan pemerintah yang berorientasi pada kemajuan dunia kerja secara menyeluruh di Kabupaten Bogor.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto telah bertemu perwakilan buruh di Pendopo Bupati pada 30 April 2025, untuk membahas agenda Mayday.
“Dalam menyambut 1 Mei 2025, kita menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan buruh. Sebagian dari mereka juga akan mengikuti kegiatan penyampaian aspirasi ke Jakarta,” kata Rudy.
Ia menambahkan, peringatan di tingkat kabupaten akan digelar dengan nuansa kolaboratif pada 6 Mei 2025, sebagai hasil kesepakatan antara Pemkab dan komunitas buruh untuk menciptakan peringatan yang kondusif dan bermanfaat.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Mayday bisa menjadi ajang yang membangun dan memperkuat rasa kebersamaan,” pungkas Rudy.***






