Metropolitan Award 2025, Dedie Rachim Diganjar Tokoh Inspiratif Transportasi

Astakamedia.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mendapat sebagai Tokoh Inspiratif Transportasi pada Metropolitan Award 2025 yang digelar di Ballroom Grande Padjajaran Hotel, Minggu 14 September 2025.

Transportasi terintegrasi sudah menjadi kebutuhan warga, pun memiliki fokus dalam membenahi tata kelola transportasi di Kota Bogor.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya dalam kota, transportasi terintegrasi ini pun menghubungkan lintas daerah hingga DKI Jakarta menggunakan Transjakarta.

Operasional Biskita yang sempat terhenti kembali dilanjutkan, bahkan tahun ini, dua koridor lagi akan segera mengaspal.

Selain itu, Kota Bogor juga memiliki rencana untuk membangun moda transportasi massal trem way.

Bukan hanya mengintegrasikan layanan, di Kota Bogor juga sudah dan akan dibangun jalan baru pada 12 titik untuk memperlancar Bogor bebas hambatan, di antaranya lanjutan pembangunan Jalan R3, rencana pembukaan akses off ramp Ciawi Selatan, R2, BIRR, dan sebagainya termasuk trase baru menuju underpass Batutulis.

Di samping memudahkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, hal yang penting bagi pembangunan daerah dengan transportasi terintegrasi dan pembangunan jalan adalah mendorong pertumbuhan ekonomi memperluas distribusi, sehingga tercipta potensi dan peluang baru bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

mengatakan bahwa ini bagian dari tugas kepala daerah agar tidak melepaskan tanggung jawab apa yang sudah dilaksanakan oleh kepala daerah sebelumnya.

“Karena memang harus dilaksanakan, ini memang tugas yang melekat kepada saya, kepada kepala daerah. Ini menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi,” ujar .

Selain menerima , pada Metropolitan Anniversary Invitation yang dihadiri oleh Wamendagri, Bima Arya; Wakil Wali Kota Bogor, ; Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi; dan Bogor, Rudy Susmanto, Wali Kota Bogor secara simbolis juga menyerahkan dari Metropolitan kepada pemuda peduli lingkungan.

menyampaikan bahwa di samping peran aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah dari sumbernya, dan Pemkab Bogor juga dalam proses rencana membangun pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Sehingga, ke depan pihaknya mengajak Kabupaten Bogor juga untuk membuka akses jalan dari Bubulak, Cifor, Situ Gede, Cangkurawok hingga Dramaga untuk mengurangi beban jalan Dramaga yang di masa depan akan mengalami peningkatan volume kendaraan.

Sebab untuk mengolah sampah menjadi energi listrik, sampah yang dibutuhkan mencapai 1.000 ton dari Kota Bogor dan 1.500 ton dari Kabupaten Bogor, sehingga mobilitas kendaraan akan lebih tinggi.

“Maka kita harus memberikan perhatian juga untuk IPB yg berada di Dramaga. Ide ini perlu akses baru, kita jadikan Jalan Cifor Bubulak, Situ Gede, Cangkurawok untuk dijadikan akses baru ke depan jalur menuju IPB. Tentu ini harus menjadi komitmen bersama dari semua pihak baik Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor,” ujarnya.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *