Puluhan Orang Tertipu Lowongan Kerja Bandara, Kerugian Capai Ratusan Juta

Astakamedia.com – Puluhan orang dari sejumlah daerah diduga menjadi korban perekrutan kerja di bandara. Kasus ini menyeret nama seorang pria berinisial Rudi S, warga Kecamatan , Bogor.

Modus yang digunakan cukup . Pelaku memanfaatkan nama PT Lingkung Gunung Sejahterauntuk mengiklankan palsu melalui . Dari aksinya tersebut, kerugian para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Bacaan Lainnya

Informasi yang terhimpun menyebutkan, sedikitnya 43 orang sudah tertipu. Mereka dijanjikan bekerja di sektor jasa penerbangan, khususnya di bagian Ground Handling serta Passenger Service Assistance (PSA) di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Raden Intan Lampung.

Kisah ini bermula pada Februari 2025. Saat itu Direktur Utama PT Lingkung Gunung Sejahtera, Irfan Fauzi, dikenalkan kepada Rudi S oleh seorang manajer resort di kawasan Pancawati, Caringin, Bogor.

Rudi mengaku memiliki pengalaman panjang dalam bisnis penerbangan, tetapi terkendala modal dan izin usaha. Ia pun menawarkan kerja sama pengembangan bisnis.

“Dia mengaku menguasai bidang ground handling dan PSA di Bandara Soekarno-Hatta. Namun katanya usahanya terhambat modal dan perizinan,” ujar Irfan, Jumat 26 September 2025.

Sejak itu, Irfan mengaku sudah mentransfer uang lebih dari Rp90 juta kepada Rudi untuk pengurusan izin komersial. Akan tetapi, hingga akhir September 2025, izin yang dijanjikan tak pernah terbit.

Masalah mulai terungkap ketika sejumlah orang yang direkrut Rudi menanyakan gaji bulanan yang tak kunjung cair meski sudah bekerja 1–3 bulan. Mereka sebelumnya juga diminta membayar biaya administrasi antara Rp8–12 juta per orang sebagai syarat agar bisa diterima bekerja.

“Para korban menyetor uang dengan iming-iming bisa ditempatkan di Bandara Soekarno-Hatta dan Raden Intan Lampung,” kata Irfan menambahkan.

Dalam rapat pada 16 September 2025, terungkap bahwa ada 18 korban di Lampung serta 25 orang di . Nama lain yang disebut ikut membantu perekrutan di Lampung adalah Norys, Magdalena PS, dan Elisabet S.

Selain PT Lingkung Gunung, ada pula beberapa perusahaan lain yang disebut menjadi sasaran dengan modus serupa, antara lain PT Kamil Wisata Mandiri, pengelola Executive Lounge Bandara Raden Intan, hingga PT Aruna. Direktur PT Aruna, Andrico, mengaku juga pernah menyetor uang puluhan juta rupiah setelah ditawari kerja sama oleh Rudi.

Meski kasus ini telah dilaporkan ke Bogor di , hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian belum memberi keterangan resmi terkait perkembangan laporan tersebut.

“Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti, agar korban tidak semakin bertambah. Saat ini pun yang bersangkutan masih beroperasi dengan kedok perekrutan di Bandara Soekarno-Hatta,” tegas Irfan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *