Astakamedia.com – Zaitun (18) tidak pernah menyangka rutinitas ayahnya, Sudrajat (50), mencari nafkah akan berubah menjadi mimpi buruk.
Selama belasan tahun, pria paruh baya itu menyusuri aspal Jakarta mulai dari Kota Tua hingga Kemayoran demi menjajakan es gabus. Namun, pada Sabtu (24/1/2026), bukan sisa dagangan yang dibawa pulang, melainkan trauma mendalam.
Fitnah Tak Berdasar di Balik Kekerasan
Insiden ini bermula dari tuduhan liar yang menyebut dagangan Sudrajat menggunakan bahan spons. Tuduhan tersebut berujung pada dugaan aksi main hakim sendiri oleh oknum aparat di kawasan Kemayoran.
Luka yang Lebih Dalam dari Sekadar Fisik
”Kesal dan sakit hati,” ungkap Zaitun saat ditemui di kediamannya, Selasa (27/1/2026).
Baginya, melihat ayahnya yang sudah renta diperlakukan layaknya kriminal adalah pukulan berat.
Saat video ayahnya viral di media sosial, keluarga justru merasa hancur melihat sosok tulang punggung mereka tak berdaya menghadapi tuduhan tanpa bukti.
”Awalnya kami tidak percaya, tapi setelah melihat kondisinya yang lemas dan berita yang viral, hati saya hancur. Ayah hanya mencari sesuap nasi, bukan untuk difitnah seperti ini,” tutur Zaitun.
Hingga kini, pihak keluarga masih mencoba memulihkan kondisi psikologis Sudrajat yang tampak belum stabil setelah insiden bermalam di kantor polisi tersebut.***






