Hujan Guyur Suryakencana, Mantel Hujan Laris di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026

Astakamedia.com – Guyuran hujan yang membasahi kawasan Jalan Suryakencana, Selasa (3/3/2026) malam, tak menyurutkan antusiasme warga menyaksikan perhelatan Street Festival Cap Go Meh 2026.

Di tengah yang kurang bersahabat, mantel hujan justru menjadi barang paling dicari pengunjung.

Bacaan Lainnya

Sejak sore, para musiman tampak hilir mudik menawarkan dagangannya kepada warga yang datang.

Tanpa perlu membuka lapak tetap, mereka langsung menyodorkan mantel hujan kepada pengunjung yang belum bersiap menghadapi hujan.

Satu set mantel dijual seharga Rp10 ribu. Harga tersebut tetap dipertahankan normal meski permintaan meningkat. Salah seorang pedagang, Aldi, mengaku penjualan malam itu cukup membantu penghasilannya.

“Alhamdulillah ramai yang beli. Harganya tetap Rp10 ribu, ini sekalian bantu pengunjung supaya tetap bisa nonton acara,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan hujan turun cukup deras, namun arus pengunjung terus memadati kawasan pecinan Suryakencana. Warga tetap bertahan demi menyaksikan parade yang menjadi agenda tahunan tersebut.

Sejumlah pejabat turut hadir meramaikan acara, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bima Arya Sugiarto, serta anggota DPR RI seperti Ilham Permana dan Kamrussamad.

Hadir pula Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Dedie A. Rachim bersama jajaran Forkopimda serta unsur -Polri.

Ketua pelaksana BSF Cap Go Meh, Arifin Himawan, menyebut penyelenggaraan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan dua momentum penting, yakni perayaan Cap Go Meh dan bulan Ramadan.

“Cap Go Meh identik dengan kebudayaan, sementara Ramadan identik dengan spiritualitas. Maka tema tahun ini adalah Harmony in Diversity,” jelasnya.

Ia menambahkan, durasi perayaan tahun ini dibuat lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, seluruh rangkaian acara dipastikan tetap digelar maksimal.

Rute pawai dimulai dari Jalan Suryakencana menuju Gang Aut, kemudian melintasi Pasar Cumpok, keluar di Buntut Tiga, dan kembali lagi ke titik awal di Suryakencana.

Untuk penampilan , panitia melibatkan sanggar-sanggar lokal. Tercatat sedikitnya 12 tim liong dan barongsai ambil bagian, serta empat hingga lima kelompok lainnya. Penampilan marawis juga dihadirkan guna memperkuat nuansa keberagaman.

Arifin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum dapat terakomodir untuk tampil, mengingat keterbatasan waktu penyelenggaraan tahun ini.

Di tengah hujan yang terus mengguyur Kota , semangat keberagaman dan kebersamaan tetap terasa hangat di sepanjang Suryakencana.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *