Astakamedia.com – Sebanyak puluhan ribu pemudik mulai memadati kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, dalam periode arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Lonjakan kendaraan ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang hari raya.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang terkumpul, jumlah kendaraan roda empat yang melintas menuju Puncak berkisar antara 43 ribu hingga 46 ribu unit per hari. Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat mencapai sekitar 10 ribu unit setiap harinya.
“Jika ditotal, kendaraan yang mengarah ke kawasan Puncak bisa mencapai sekitar 50 ribu unit dalam satu hari,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Meski volume kendaraan tergolong tinggi, pihak kepolisian memastikan kondisi lalu lintas masih dalam batas terkendali.
Kepadatan yang terjadi hanya menyebabkan perlambatan arus dengan panjang antrean rata-rata tidak lebih dari dua kilometer.
Untuk mengantisipasi lonjakan yang diperkirakan terjadi saat puncak Lebaran, khususnya pada hari kedua Idul Fitri, kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Hari tersebut biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus berwisata.
“Kami akan menggelar apel kesiapan serta meningkatkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur Puncak,” jelasnya.
Di sisi lain, aktivitas di sektor pariwisata saat ini masih terpantau normal. Tingkat hunian hotel di kawasan Puncak juga belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Bogor menyiagakan total 16 pos yang terdiri dari 14 Pos Pengamanan, satu Pos Pelayanan, dan satu Pos Terpadu.
Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, termasuk sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pos-pos yang tersedia demi menjaga keselamatan selama perjalanan,” tutupnya.***






