Bahas LKPJ 2025, Pansus DPRD Soroti Efektivitas Anggaran dan Layanan Publik

Astakamedia.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bogor Tahun Anggaran 2025 pada Selasa 7 April 2026.

​Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Ahmad Aswandi, ini dihadiri oleh sejumlah anggota Pansus lainnya, yakni Karnain Asyhar, Jatirin, , , Iwan Setiawan, Achmad Rifki Alaydrus, dan Banu Lesmana Bagaskara.

Bacaan Lainnya

Fokus utama pertemuan ini adalah mengevaluasi sejauh mana realisasi anggaran tahun 2025 memberikan dampak konkret bagi masyarakat.

​Dalam rapat tersebut, Anggota Pansus LKPJ, Karnain Asyhar, memberikan catatan terhadap laporan yang disampaikan oleh .

Meski secara administratif menunjukkan tren positif, Karnain menegaskan bahwa keberhasilan statistik harus diuji dengan realita di lapangan.

​Ia memaparkan bahwa LKPJ Wali Kota Bogor Tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 79,75, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

​”Secara angka makro, kinerja ini patut diapresiasi sebagai sinyal pemulihan dan stabilitas pembangunan daerah. Namun demikian, keberhasilan statistik ini perlu diuji lebih dalam sejauh mana capaian tersebut benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok rentan di tingkat bawah,” ujar Karnain.

​Selain angka pertumbuhan, Pansus menyoroti aspek kualitas belanja daerah. Diketahui bahwa realisasi anggaran pada 2025 mencapai lebih dari 95 persen dengan peningkatan pendapatan daerah yang signifikan.

​Karnain mempertanyakan apakah besarnya belanja tersebut sudah tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik, seperti , , dan pendidikan.

Ia menegaskan bahwa peningkatan anggaran seharusnya berbanding lurus dengan hilangnya persoalan klasik di Kota Hujan.

​”Peningkatan anggaran seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas , transportasi, , dan pendidikan. Jika masih ditemukan persoalan klasik seperti kemacetan dan pelayanan kesehatan yang belum merata, maka efektivitas program prioritas perlu dievaluasi secara serius,” tegasnya.

​Pansus LKPJ berharap laporan tahun ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif semata. DPRD Kota Bogor berkomitmen untuk memberikan rekomendasi tajam guna memastikan arah pembangunan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mengejar penghargaan.

​”Banyaknya penghargaan yang diraih pemerintah daerah tidak boleh menjadi tolok ukur tunggal keberhasilan, melainkan harus diiringi dengan indikator kepuasan publik dan keadilan pembangunan,” tutup Karnain.

​Sebagai informasi rapat kerja ini merupakan rangkaian awal dari tugas Pansus LKPJ sebelum nantinya DPRD Kota Bogor mengeluarkan rekomendasi resmi sebagai bahan perbaikan kinerja ke depan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *