Disebut Dibunuh Pacar, Keluarga Korban: Bukan Pacar Hanya Teman 

Astakamedia.com – Keluarga korban yang jasadnya ditemukan di kawasan Tol BORR, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan , , Kota , pada Sabtu pagi (23/5/2025),

Membantah terkait informasi yang beredar di maupun ig menyebut korban memiliki hubungan asmara dengan pelaku.

Bacaan Lainnya

Kakak korban, Humaira, meminta masyarakat dan pengguna untuk menghentikan penyebaran narasi yang dinilai tidak sesuai fakta.

Menurut Humaira, adiknya dikenal sebagai pribadi baik, berpendidikan, dan tengah mempersiapkan rencana lamaran dengan kekasihnya yang berasal dari Makassar.

Ia menegaskan, pelaku hanya teman semasa SMK dan bukan pacar korban seperti yang ramai diberitakan di sejumlah akun .

“Adik saya punya pacar dan bahkan sudah ada rencana lamaran bulan depan. Jadi tolong jangan bilang pelaku itu pacarnya. Dia cuma teman SMK dan dimanfaatkan,” ujar Humaira.

Humaira mengungkapkan, pihak keluarga di Makassar menerima kabar duka sekitar pukul 07.00 pagi sebelum langsung terbang ke pada pukul 10.00 dan tiba sekitar pukul 12.00 siang. Kekasih korban dari Makassar juga disebut hadir mendampingi keluarga setelah mendengar kabar tersebut.

“Pacar korban datang dari Makassar. Mereka memang sudah punya rencana serius untuk menikah. Lamaran rencananya bulan depan,” katanya.

Korban diketahui bekerja di perusahaan Bintang Office pada bagian keuangan. Di lingkungan kerjanya, korban dikenal baik oleh rekan maupun bawahan sehingga keluarga tidak menyangka korban menjadi korban tindak kekerasan yang tragis.

“Adik saya kerja di bagian keuangan dan dikenal baik di kantornya. Kami tidak menyangka ada orang yang bisa sekejam itu terhadap dia,” lanjut Humaira.

Keluarga juga meminta akun Instagram, , maupun lain agar tidak lagi membuat konten yang menyebut korban sebagai pacar pelaku karena dinilai menambah luka bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Saya mohon sebesar-besarnya kepada media dan akun-akun yang menyebarkan berita viral ini untuk tidak bilang korban dibunuh pacarnya sendiri, karena itu tidak benar,” tegasnya.

Terkait proses hukum, Humaira berharap pelaku mendapatkan hukuman maksimal atas perbuatannya.

“Kalau harapan saya sebagai kakak, pelaku dihukum mati. Jangan seumur hidup, karena kalau seumur hidup masih bisa direvisi,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *