Jembatan Penghubung Paledang–Pasir Jaya Akan Dibangun, Target November Selesai

Astakamedia.com – Permasalahan aksesibilitas yang menghubungkan dua kelurahan di dan Bogor Barat akan segera terselesaikan dalam waktu dekat.

Pada akhir Mei 2026, tahapan pembangunan penghubung dan Pasir Jaya rencananya mulai dilaksanakan, dengan waktu pengerjaan selama 180 hari, ditargetkan dapat difungsikan masyarakat pada November mendatang.

Bacaan Lainnya

Hal itu dipastikan dalam rapat persiapan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Paledang–Pasir Jaya di Balai , Kamis (21/5/2026).

Rapat yang dipimpin langsung Wakil Wali , Jenal Mutaqin, membahas rencana kerja pembangunan jembatan tersebut, termasuk anggaran yang perlu diketahui publik.

“Perlu diketahui bahwa ini ikhtiar panjang, lebih dari lima tahun. Pemenang lelang sudah ada dan penting diketahui masyarakat. Harus tersosialisasikan,” ujar Jenal Mutaqin.

Ia melanjutkan, saat turun ke lapangan banyak aspirasi yang disampaikan warga, baik dari Paledang maupun Pasir Jaya. Salah satunya terkait tenaga kerja lokal yang akan dilibatkan dalam pembangunan jembatan.

Selain itu, warga juga mengusulkan penerapan jam operasional buka-tutup jembatan guna mengantisipasi tindak kriminalitas, sekaligus adanya petugas keamanan yang berjaga di area jembatan.

“Jadi jembatan nanti tidak dibuka 24 jam. Kecuali dalam kondisi darurat, seperti ada masyarakat yang sakit atau ,” sambung Jenal Mutaqin.

Warga juga mengusulkan pemberdayaan sekitar selama proses pembangunan serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi.

Menurut Jenal Mutaqin, hal teknis tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut oleh aparatur wilayah bersama dinas terkait dan pihak ketiga pelaksana pembangunan jembatan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) , Chusnul Rozaqi, memaparkan bahwa secara teknis, tinggi rangka jembatan mencapai 2,7 meter dengan jarak titik buhul ke titik buhul sepanjang 2,40 meter. Terdapat perbedaan elevasi sekitar 3 meter di antara kedua titik, sehingga profil jembatan dibuat menurun ke arah .

“Sesuai kontrak, pengerjaan dimulai pada 29 Mei dan selesai pada 25 November. Mudah-mudahan 180 hari ini bisa dimaksimalkan, meskipun medannya cukup berat,” terang Chusnul Rozaqi.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi salah satunya saat proses loading material jembatan berupa besi baja yang membutuhkan lahan cukup luas. Karena itu, sebelum pengerjaan dimulai akan dilakukan kembali koordinasi dengan wilayah terkait sejumlah opsi teknis yang memungkinkan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *