Berbagi Ilmu Penanganan Kebakaran TPAS, Manggala Agni Terima Penghargaan dari Pemkot Bogor

Astakamedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan penghargaan kepada personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penanganan , Bogor.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Sabtu (19/9/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Manggala Agni serta perwakilan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah membantu proses penanganan TPAS Galuga.

“Manggala Agni luar biasa, terima kasih atas bantuannya. Alhamdulillah atas sinergi dan kolaborasi yang tidak pernah putus di Bogor. Kehadiran Manggala Agni dengan ilmu serta pengalaman yang dimiliki membantu jajaran Pemkot Bogor dalam menangani dan memadamkan kebakaran di TPAS Galuga. Sekali lagi terima kasih,” ujar Dedie Rachim.

Ia mengatakan, kehadiran Manggala Agni juga menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk dalam mendukung rencana pembangunan Pengolahan menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1.

Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diberikan Manggala Agni kepada perangkat daerah terkait harus menjadi bekal dalam menghadapi kemungkinan kejadian serupa di masa mendatang.

“Dalam hidup tidak ada yang kebetulan. Bapak ketika bertugas ke langsung ditugaskan Pak Dirjen untuk membantu pemadaman di Bogor dan ditutup oleh turunnya hujan pada Sabtu (18/9) malam. Ini semua adalah rangkaian yang Allah SWT siapkan untuk kita,” kata Dedie Rachim.

Ia menilai, kejadian kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Ini menjadi ujian, karena ada kezaliman kepada alam yang mengajak semua pihak untuk introspeksi diri,” katanya.

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Direktorat Pengendalian Hutan Kementerian Kehutanan, Astan P. Manurung menjelaskan, penanganan kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPAS) memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan kebakaran lahan gambut.

Dalam proses pemadaman, Manggala Agni menerapkan prinsip 5M, yakni manajemen asap, manajemen air, manajemen sumber daya manusia (), manajemen logistik, serta manajemen sarana dan prasarana (sarpras).

Astan menjelaskan, manajemen asap menjadi salah satu hal penting, karena personel tidak boleh berhadapan langsung dengan arah angin akibat paparan asap yang sangat tinggi.

“Untuk manajemen air, harus kontinu dan tidak boleh terputus. Jika berhenti atau terputus, panas api yang turun bisa kembali naik,” jelasnya.

Selain itu, manajemen sarpras harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Manajemen logistik juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan personel tetap terpenuhi selama proses pemadaman berlangsung.

Sementara manajemen berkaitan dengan pengaturan jumlah personel, mengingat kebakaran lahan gambut maupun TPA dapat berlangsung lebih dari satu hari, sehingga kondisi fisik dan mental personel harus tetap terjaga.

“Semoga yang terjalin terus terjaga, tapi tidak dalam konteks pemadaman,” ujar Astan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *