Dedie Rachim Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat

Astakamedia.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Semeru 6 Kota Bogor mendapat pemerintah melalui program satuan pendidikan, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Dasar.

Sebelum direvitalisasi, SDN Semeru 6 memerlukan sejumlah perbaikan, terutama pada bagian atap, ventilasi, dan sirkulasi udara. Pasalnya, beberapa bagian plafon sekolah sudah mengalami kerusakan, bahkan ada yang terjatuh.

Bacaan Lainnya

Proses pembangunan dilaksanakan sesuai dengan regulasi melalui mekanisme swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan anggaran sebesar Rp965.759.526 yang bersumber dari APB Kemendikdasmen.

satuan pendidikan ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Program tersebut mencakup sekolah, pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital (PID), serta pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program Asta Cita.

“Alhamdulillah, ada ruang kelas baru, kemudian juga perbaikan ruang kelas lama, dan yang pasti ada beberapa tambahan ya untuk perbaikan sarana di toilet dan ruang guru, termasuk juga ruang serbaguna. Jadi kita bersyukur, berterima kasih atas dari Presiden Prabowo Subianto,” ucap Dedie Rachim saat meninjau sekolah dan persiapan , Rabu (14/10/2026).

Melalui program Asta Cita, perbaikan dan penambahan ruang kelas serta berbagai fasilitas pendidikan diharapkan dapat mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul di Kota Bogor yang dimulai dari satuan pendidikan.

Pembangunan melalui mekanisme swakelola dengan anggaran yang telah dialokasikan tersebut menghasilkan pekerjaan yang dinilai baik. Sekolah yang sebelumnya memiliki fasilitas kurang memadai kini menjadi lebih representatif.

“Alhamdulillah, kita lihat sekarang sudah lebih baik. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan ke depan untuk mencetak sumber daya manusia unggul di Kota Bogor,” ungkapnya.

SDN Semeru 6 juga menjadi bagian dari upaya integrasi data antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Penetapan SDN Semeru 6 sebagai penerima didasarkan pada data pokok pendidikan (Dapodik), yang kemudian disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Kepala SDN Semeru 6 Kota Bogor, Dewi Sintawati, mengatakan pembangunan melalui mekanisme swakelola tersebut mendapat pendampingan dan pembinaan dari unsur Satuan Tugas Inspeksi Gabungan Antipungli (SIGAP).

Selain itu, seluruh pengadaan telah mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disetujui dan tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak sekolah dan Kemendikdasmen.

“Sebelum penyusunan RAB, tim konsultan perencana telah melakukan asesmen menyeluruh terhadap kelayakan material eksisting. Jadi semua dijalankan sesuai dengan yang tertera pada RAB yang telah disetujui. Karena sebelum proses pekerjaan itu lebih dulu dilakukan penyusunan RAB, sehingga semua sesuai,” ujarnya.

Dewi juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan.

Ia berharap kondisi ruang kelas yang sebelumnya kurang memadai kini dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *