Dinkes Kota Bogor Catat 168 Warga Positif Influenza A, Ini Imbauannya

Astakamedia.com – meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan infeksi saluran pernapasan menyusul tren kenaikan kasus gejala mirip atau -Like Illness (ILI) dalam tiga minggu epidemiologi berturut-turut.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), jumlah kasus ILI di Kota Bogor meningkat dari 148 kasus pada minggu epidemiologi ke-38 menjadi 190 kasus pada minggu ke-39. Angka tersebut kembali bertambah menjadi 193 kasus pada minggu ke-40.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, laporan sembilan rumah sakit selama periode 1–13 Oktober 2026 mencatat sebanyak 267 kasus positif A. Dari jumlah tersebut, 168 kasus merupakan warga Kota Bogor, sedangkan 99 kasus lainnya berasal dari warga luar Kota Bogor.

Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. , mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengaitkan peningkatan gejala mirip influenza dengan jenis atau subtipe virus tertentu.

Menurutnya, ILI merupakan kumpulan gejala klinis yang dapat disebabkan oleh beragam virus maupun patogen lain yang menyerang saluran pernapasan. Karena itu, peningkatan kasus tersebut belum bisa dijadikan bukti bahwa penularan Influenza A(H3N2), termasuk subclade K, sedang meningkat.

“Peningkatan ILI tersebut tidak secara langsung menunjukkan peningkatan Influenza A(H3N2) atau subclade K, karena ILI merupakan sindrom klinis yang dapat disebabkan oleh berbagai virus dan patogen saluran pernapasan,” jelas Erna dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium yang tersedia saat ini baru mengonfirmasi keberadaan virus . Pemeriksaan lanjutan masih diperlukan untuk menentukan subtipe virus secara spesifik, termasuk kemungkinan A(H1N1), A(H3N2), maupun subclade K.

Proses identifikasi tersebut memerlukan pemeriksaan melalui laboratorium sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.

Dengan demikian, Dinkes Kota Bogor belum dapat memastikan bahwa kasus Influenza A yang dilaporkan sembilan rumah sakit tersebut disebabkan oleh subtipe H3N2 subclade K.

RS Azra Catat Kasus Terbanyak

Dari 168 kasus positif Influenza A yang melibatkan warga Kota Bogor, laporan terbanyak berasal dari RS Azra dengan 45 kasus. Selanjutnya, RS Siloam melaporkan 41 kasus dan RS PMI sebanyak 30 kasus.

Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan Dinkes Kota Bogor terhadap perkembangan infeksi saluran pernapasan. Pemerintah daerah terus mengumpulkan informasi dari rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengetahui perkembangan situasi secara berkala.

Pemantauan juga dilakukan terhadap tren ILI, pneumonia, serta infeksi saluran pernapasan lainnya melalui SKDR. Selain itu, kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya klaster infeksi turut diperkuat.

Dinkes Kota Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan kasus serta memperoleh kepastian hasil pemeriksaan laboratorium.

Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat
Di tengah peningkatan kasus tersebut, masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Warga yang mengalami batuk, pilek, atau gejala infeksi saluran pernapasan dianjurkan menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Masyarakat juga disarankan mengurangi kontak dekat dengan orang lain ketika sedang sakit, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ventilasi udara berfungsi dengan baik, serta mencukupi kebutuhan istirahat.

Apabila gejala menetap, memburuk, atau membutuhkan penanganan medis, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dinkes Kota Bogor menegaskan bahwa pemantauan dan pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting dalam mengetahui perkembangan secara akurat. Masyarakat pun diharapkan tidak berspekulasi mengenai subtipe virus sebelum hasil pemeriksaan laboratorium memberikan kepastian.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *