Astakamedia.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung progres pembangunan fisik trase baru Jalan Danasmita, Kota Bogor, Rabu (7/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Dedie menyebut progres pembangunan telah mencapai 79 persen dengan deviasi positif sebesar 2 persen.
Meski demikian, ia memberikan sejumlah catatan teknis untuk memastikan penyelesaian proyek berjalan optimal dan tetap memperhatikan aspek keamanan.
Ada tiga hal utama yang menjadi perhatian Dedie dalam peninjauan tersebut.
Pertama, terkait penataan ruang di sekitar trase baru. Dedie meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor segera menyelesaikan pembongkaran sisa bangunan yang masih berdiri di ujung jalan.
Area bekas pembongkaran tersebut nantinya akan ditata menjadi taman hijau yang terintegrasi dengan kawasan Leuweung Batutulis dan Taman Lawang Gintung.
“Area bekas bongkaran jangan dibiarkan kosong. Kita tata menjadi taman hijau yang terintegrasi dengan kawasan Leuweung Batutulis dan Taman Lawang Gintung,” ujar Dedie.
Kedua, Dedie menyoroti aspek mitigasi bencana, khususnya penataan lanskap di kawasan Leuweung Batutulis yang berada di atas tebing dan bersinggungan langsung dengan Underpass Batutulis.
Ia meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor selektif dalam menentukan jenis vegetasi yang akan ditanam. Penanaman pohon berkayu keras dengan akar yang menancap dalam di area tersebut harus dihindari.
Menurut Dedie, pemilihan vegetasi perlu mempertimbangkan kondisi tebing agar tidak memberikan beban tambahan maupun berpotensi mengganggu struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) pada underpass.
“Jika ditanami pohon berkayu keras dengan akar yang menancap dalam, itu berisiko membebani tebing dan merusak dinding TPT underpass di bawahnya. Jenis pohon harus dipastikan aman agar tidak memicu longsor baru,” tegasnya.
Sementara itu, penghijauan dengan vegetasi yang lebih padat akan difokuskan pada area depan yang bersebelahan dengan Istana Batutulis.
Catatan ketiga berkaitan dengan sinkronisasi keamanan struktur dengan Underpass Batutulis. Dedie mengatakan pihaknya terus memonitor kelayakan struktur underpass yang berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Ia menegaskan, seluruh aspek keselamatan publik harus dipastikan terpenuhi sebelum kawasan tersebut menjalani uji coba dan dibuka sepenuhnya untuk masyarakat.
“Saya ingin memastikan menjelang pelaksanaan Porprov nanti, kondisinya sudah benar-benar aman dan siap dilalui,” katanya.
Dedie menargetkan pembangunan fisik trase baru Jalan Danasmita dapat rampung pada akhir Oktober 2026.
Setelah pekerjaan konstruksi selesai, Pemkot Bogor akan melakukan uji coba jalan sekaligus melengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti rambu lalu lintas dan lampu penerangan.
Setelah seluruh tahapan tersebut dinyatakan siap, trase baru Jalan Danasmita baru akan diresmikan dan digunakan secara penuh oleh masyarakat.***






