Astakamedia.com – Tim SAR menyebut M Rohadi (21) Mahasiswa Imapala Uhamka yang meninggal dunia di Gunung Joglo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor memiliki riwayat halusinasi.
Komandan SAR Bogor Ahmad Nur Iman menjelaskan bahwa, M Rohadi berhasil ditemukan oleh Tim SAR pada Sabtu 1 Februari 2025, sejak dinyatakan hilang pada Rabu 29 Januari 2025.
Menurutnya, pada saat ditemukan kondisi korban tengah berada di aliran Curug Pariuk dengan posisi telungkup dengan perkiraan jarak 700 meter dari lokasi awal hilang.
“Untuk saat ini kita bisa memastikan pastinya pas pertama hilang koban dan pas ditemukan jaraknya 700 meter,” kata Ahmad, Sabtu 1 Februari 2025.
Ia menjelaskan, korban M Rohadi (21) diduga mempunyai riwayat halusinasi dan pada saat mendaki Rohadi sempat tertinggal dari rombongan Imapala Uhamka.
“Jadi, berdasarkan informasi di lapangan dan pihak keluarga si korban ini ada riwayat halu dan diduga ada dampak yang dialami oleh korban. Sehingga korban langsung hilang dari rombongan,” jelasnya.
Lebih lanjut kata dia, korban diduga jatuh ke dalam jurang karena pada saat itu kondisi jalur tengah turun kabut. Sehingga membuat korban terpisah dari rombongan.
“Bisa saja, karena analisa dari pertama saksi hidup korban ini berada di gunung joglo, namun karena lengah temanya sudah tidak melihat lagi posisi korban berada pas jatuhnya pun tidak jauh dari pertama lokasi hilang ini,” ujar Ahmad.
Selain itu, Tim SAR saat ini menutup proses pencarian dan juga telah menyerahkan jasad korban terhadap keluarganya yang berada di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.
“Kita untuk saat ini sudah melakukan serah terima korban dengan pihak keluarga dan sudah melakukan penutupan ops sar pada hari ini,” ungkapnya.***






