Astakamedia.com – Kepala Terminal Leuwiliang, Wahyu Hidayat, mencuri perhatian publik usai masuk nominasi ASN Inspiratif Provinsi Jawa Barat 2025.
Namanya mengemuka berkat transformasi signifikan yang ia lakukan: menjadikan Terminal Leuwiliang sebagai ruang publik yang bersih, tertib, inklusif, dan berbasis kolaborasi masyarakat.
Tak hanya fokus pada fungsi teknis, Wahyu dikenal aktif membangun pendekatan sosial humanis. Ia rutin turun langsung ke lapangan, memimpin kerja bakti partisipatif bersama Muspika Leuwiliang, organisasi masyarakat, hingga kelompok pemuda. Kegiatan Jumat Bersih pun menjadi agenda konsisten dalam memperkuat rasa memiliki warga terhadap terminal.
“Pak Wahyu bukan tipikal pemimpin yang hanya datang memberi perintah. Beliau mengajak berdialog, mendengar keluhan kami, dan hadir sebagai mitra,” ujar Andri, pedagang yang sudah belasan tahun berjualan di Terminal Leuwiliang.
Dukungan juga datang dari kalangan muda. Mulyana, tokoh pemuda Leuwiliang, menyebut Wahyu berhasil membangun citra terminal sebagai ruang interaksi sosial.
“Beliau menjadikan terminal bukan sekadar tempat naik-turun penumpang, tapi ruang kolaborasi antara warga dan pemerintah,” ungkapnya.
Wahyu sendiri menegaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah bentuk tanggung jawab sebagai ASN. Namun, menurutnya, pendekatan kebijakan publik harus mengedepankan empati.
“Saya hanya menjalankan amanah. Tapi saya percaya, kebijakan yang menyangkut orang banyak tak cukup hanya dengan logika administrasi. Harus ada rasa hormat, rasa peduli,” tegas Wahyu.
Terminal Leuwiliang adalah terminal tipe B di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melayani trayek strategis seperti Leuwiliang–Bandung, Leuwiliang–Tasikmalaya, hingga Leuwiliang–Tanjung Priok. Posisi ini menjadikan terminal sebagai simpul mobilitas penting di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Penataan pedagang, perbaikan fasilitas umum, dan menjaga keamanan lingkungan terminal dilakukan Wahyu dengan pendekatan persuasif, dialogis, dan inklusif.
Setiap programnya melibatkan berbagai pihak: dari unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga pedagang kaki lima.
Keikutsertaan Wahyu Hidayat dalam Pemilihan ASN Inspiratif Jawa Barat 2025 bukan sekadar prestasi personal, melainkan simbol bahwa aparatur sipil negara dapat tampil dekat, solutif, dan humanis.
Bahkan sosoknya pun menginspirasi banyak pihak bahwa terminal pun bisa menjadi ruang peradaban, jika dikelola dengan hati dan rasa tanggung jawab.***






