Astakamedia.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor melakukan kunjungan lapangan ke SDN Babakan I dan SDN Babakan III di Kecamatan Dramaga, menindaklanjuti kerusakan fasilitas sekolah akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, bersama rombongan anggota dewan dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, pada Selasa 9 September 2025.
“Kami datang kembali ke lokasi untuk memastikan tindak lanjut pasca longsor. Saat kejadian, toilet sekolah roboh dan turap di belakangnya ikut jebol,” ujar Wasto.
Menurutnya, persoalan ini telah dibahas dalam rapat bersama Dinas Pendidikan pada pembahasan Anggaran Perubahan 2025.
Pembangunan kembali fasilitas toilet serta Tebing Penahan Tanah (TPT) di kedua sekolah tersebut akan segera direalisasikan tahun ini.
“Fasilitas ini mendesak untuk diperbaiki karena digunakan oleh ratusan siswa. Jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan longsor susulan bisa mengancam keselamatan warga dan bangunan di sekitar lokasi,” tambahnya.
Selain dua sekolah di Babakan, Komisi IV juga menyoroti kondisi SDN Cilubang 6 yang mengalami permasalahan serupa.
Sekolah tersebut berada di area tebing rawan longsor, sehingga keselamatan warga sekolah juga perlu mendapat perhatian serius.
“Masalah seperti ini sudah menjadi perhatian kami di dewan. Kami akan terus memantau dan mendorong agar penanganannya cepat dilakukan,” tegas Wasto.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Slamet, menyampaikan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi ruang kelas di SDN Babakan III.
Ia mengungkapkan bahwa ruang belajar tampak kurang layak, plafon banyak yang rusak, dan siswa harus belajar di lantai karena minimnya fasilitas.
“Saya benar-benar kaget melihat kondisi sekolah ini. Padahal letaknya berdekatan dengan kampus IPB yang sudah bertaraf internasional, tetapi gedung sekolah dasar di sekitarnya justru sangat memprihatinkan,” ujarnya.
DPRD Kabupaten Bogor berkomitmen mendorong Dinas Pendidikan agar segera melakukan perbaikan sarana dan prasarana sekolah-sekolah yang terdampak bencana, demi menjamin kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.***






