Kolaborasi TPPS dan KKMP Wujudkan Zero Stunting

Astakamedia.com – Pemerintah Kota () secara resmi mengolaborasikan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan Kelurahan Merah Putih (KKMP).

Kolaborasi tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama antara 24 KKMP se-Kota dengan TPPS di tingkat kecamatan yang diketuai oleh masing-masing camat.

Bacaan Lainnya

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi. KKMP nantinya akan menjadi penyedia dari hasil iuran sukarela para ASN setiap bulannya,” kata Wakil Wali Kota yang juga Ketua TPPS Kota Bogor, , usai menyaksikan penandatanganan kerja sama di Balai Kota Bogor, Senin (12/1/2026).

Meskipun belum semua KKMP terlibat, lanjut , kerja sama ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi KKMP lainnya untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, roda perekonomian dapat bergerak lebih optimal.

“Kita bisa membangkitkan ekonomi Kota Bogor melalui berbagai peluang yang ada, termasuk program penanganan stunting. KKMP saya ingin betul-betul bangkit dan berperan menjadi sistem perekonomian berbasis asas kekeluargaan dan masyarakat,” ujarnya.

juga menyampaikan bahwa secara mekanisme, TPPS di tingkat kecamatan nantinya akan memetakan berbagai kebutuhan untuk penanganan stunting di wilayah masing-masing. Selanjutnya, hasil pemetaan tersebut akan dibelanjakan melalui KKMP di wilayah terkait.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini target zero stunting dapat terwujud. Dan KKMP benar-benar hadir menjadi roda perputaran ekonomi yang maksimal di tengah masyarakat,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, mengatakan bahwa selain kerja sama tersebut, Bogor juga meluncurkan Bogor Penting atau Pencegahan Stunting.

“KKMP juga dapat memonitor secara langsung dan akan diberikan akun aplikasi , yang menjadi jendela untuk memantau progres anak stunting dari bantuan yang telah diberikan,” kata Marse.

“Stunting ini bukan hanya bicara soal tinggi dan rendah badan anak, tetapi juga menyangkut tinggi rendahnya kualitas Kota Bogor ke depan,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *