Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dukung Pembangunan Jalur Tambang dan Puncak II

Astakamedia.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memberikan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalur tambang di Parungpanjang serta proyek Jalur Puncak II.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan berkendara di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Sastra menegaskan bahwa kemacetan yang kerap terjadi, terutama di Parungpanjang dan kawasan Puncak, harus segera diatasi melalui proyek infrastruktur yang terencana dengan baik.

Ia juga mendorong adanya sinergi antara , Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah pusat agar proyek ini bisa segera terealisasi.

“Saya mendukung penuh langkah Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat dalam membangun jalur tambang serta Jalur Puncak II demi kelancaran dan keselamatan masyarakat,” ujar Sastra.

Ia berharap pembangunan ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mampu mengurangi angka akibat kendaraan berat yang melewati jalur umum.

Rapat Koordinasi Pemprov dan Pemkab Bogor

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan mengadakan rapat koordinasi di Hotel Alana Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Rapat ini dipimpin oleh terpilih, Dedy Mulyadi, dan dihadiri oleh terpilih, Rudy Susmanto, serta Wakil , Ade Ruhendi Jaro Ade.

Sejumlah pejabat lainnya juga turut hadir, seperti Sekretaris Daerah Jawa Barat, Kapolres Bogor, serta Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Dedy Mulyadi menyoroti persoalan izin tambang yang belum diimbangi dengan pembangunan infrastruktur memadai.

Ia menekankan pentingnya pengaturan jam operasional kendaraan tambang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, seperti jam masuk dan jam kerja.

“Kita perlu solusi konkret terkait jam operasional kendaraan tambang agar aktivitas warga, khususnya anak dan pekerja, tidak terganggu,” kata Dedy, Rabu 12 Februari 2025.

Dedy juga memastikan bahwa Pemprov Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran untuk mempercepat realisasi proyek ini.

Ia menegaskan bahwa langkah cepat harus diambil guna mengurangi risiko kecelakaan yang semakin meningkat di jalur tambang.

Pemkab Bogor Dukung Jalur Alternatif

terpilih, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung perbaikan jalan provinsi sepanjang 28,3 km.

Ia juga menekankan perlunya jalur alternatif, baik dalam bentuk jalan tol maupun jalan tambang non-berbayar, guna mengurangi beban jalan utama.

Menurutnya, jika kendaraan tambang tetap dipaksa melewati jalur provinsi yang ada, risiko kecelakaan serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat akan semakin besar.

“Jika tidak ada jalur alternatif, maka risiko kecelakaan dan dampak sosial-ekonomi akan semakin buruk. Oleh karena itu, kami berharap ada solusi jangka panjang yang dapat diterapkan bersama,” ujar Rudy.

Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan pembangunan jalur tambang dan Jalur Puncak II dapat segera terealisasi untuk menciptakan transportasi yang lebih aman dan lancar bagi masyarakat. ***

Editor: Anjani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *