Astakamedia.com – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Syaifullah Yusuf melaksanakan dialog bersama pilar-pilar sosial di Kabupaten Bogor.
Adapun, pelaksanaan dialog tersebut berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 8 Februari 2025.
Turut dihadiri langsung, Wamensos RI Agus Jabo Priyono, Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng, Pj Bupati Bogor Bachril Bakri dan ratusan pilar sosial yang ada di Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan pesan dan juga kutipan langsung dari Presiden Prabowo tentang kepedulian terhadap rakyat kecil.
“Cita cita bangsa kita adalah bangsa yang gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja, bangsa yang baldatun thoyyibatun warobbun ghafur, bangsa dimana rakyat cukup sandang, cukup papan, cita cita kita adalah melihat wong cilik iso gemuyu, wong cilik bisa senyum, wong cilik bisa senyum, bisa tertawa,” kata Gus Yusuf mengutip perkataan Presiden Prabowo.
Kemudian, ia mengajak kepada pilar pilar sosial yang terdiri dari karang taruna, PKH, dan lainya, untuk dapat melayani masyarakat secara tulus dan juga senang hati.
“Kita harus mengetahui apa yang harus kalian kerjakan, supaya yang kita layani bisa tersenyum,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pilar-pilar sosial diminta untuk melaksanakan kebutuhan 12 pas dari Kementerian Sosial. Adapun sasaran 12 PAS Kemensos diantaranya, anak anak rentan, penyandang disabilitas, lansia terlantar.
Kemudian, mereka yang berpendapatan rendah, korban bencana, perempuan rentan, mereka yang bermasalah, korban napza, hiv/aids dan lain sebagainya.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar pilar sosial dapat bersinergi dalam program penurunan kemiskinan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo.
“Intinya adalah 50 persen berada di tiga provinsi. Kita gak perlu menyalahkan, seperti yang disampaikan presiden mari kita cari masalahnya itu apa supaya kita dapat menurunkan kemiskinan,” ujar Gus Yusuf.
“Kita harus ada satu langkah nyata, sehingga penurunan kemiskinan menjadi signifikan. Presiden prabowo sangat peduli wong cilik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menargetkan agar angka kemiskinan yang saat ini mencapai 3 juta jiwa lebih, untuk dapat turun hingga 0 persen pada tahun 2026.
“Kemiskinan ekstrim yang lebih 3 juta itu bisa nol persen pada tahun 2026, secepatnya pada tahun 2025 selambat lambat nya pada tahun 2026 harus sudah 0 persen,” katanya.
Hal tersebut tentunya, perlu sinergi dan juga kerja keras dari Kementerian Sosial, salah satunya melalui pilar pilar sosial.
“Ini adalah target yang luar biasa dimana Itu adalah salah satu kerja keras kementerian sosial dan seluruh pilar pilarnya,” ungkap Saifullah Yusuf.***






