Astakamedia.com – Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, berdampak pada 168 warga. Meski tidak ada korban jiwa, bencana ini menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, perinciannya sebagai berikut:
- RT 01/RW 09: 3 rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang, dengan total 5 KK atau 25 jiwa terdampak.
- RT 02/RW 09: 13 rumah rusak berat (13 KK/53 jiwa), 25 rumah rusak sedang (25 KK/90 jiwa), serta 24 rumah rusak ringan (24 KK/103 jiwa).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan bahwa pergerakan tanah ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama serta kondisi tanah yang labil.
“Hujan deras yang turun cukup lama membuat tanah di wilayah tersebut bergeser, mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan,” ujar Adam pada Rabu, 5 Maret 2025.
Sebagian warga terdampak telah mengungsi ke rumah kontrakan di sekitar Bojong Koneng, sementara yang lain memilih tinggal bersama kerabat.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD bersama Kementerian Sosial telah mendirikan tenda pengungsian sebagai titik kumpul.
“Dinas Kesehatan juga sudah berada di lokasi untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak,” tambah Adam.
Sebelumnya, pergerakan tanah ini juga terjadi di sekitar kediaman Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, yang berlokasi di Kampung Curug, Kecamatan Babakan Madang.
Salah satu warga terdampak, M Sanusi (52), menceritakan bahwa fenomena ini mulai terjadi sejak Sabtu 1 Maret 2025. Ia menyadari tanah di sekitarnya mulai retak setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama 12 jam.
“Saat itu saya sedang salat tarawih di rumah. Paginya baru terlihat banyak retakan di tanah. Hujannya dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi, terus-terusan,” kata Sanusi.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah lanjutan.***






