Astakamedia.com – Kebiasaan begadang atau tidur larut malam ternyata bukan sekadar membuat tubuh lelah keesokan harinya. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa kurang tidur secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit serius yang mengancam jiwa.
Ketika seseorang sering begadang dan kurang tidur, tubuh akan mengalami gangguan metabolisme, penurunan imunitas, hingga ketidakseimbangan hormon.
Begadang yang menjadi kebiasaan bisa memicu penyakit seperti diabetes, hipertensi, obesitas, hingga penyakit jantung. Bahkan risiko terkena stroke juga meningkat.
Salah satu alasan utama begadang bisa menyebabkan penyakit adalah karena terganggunya ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
Jam tubuh yang tidak sinkron membuat produksi hormon terganggu, termasuk hormon insulin dan kortisol.
Selain penyakit fisik, begadang juga berdampak pada kesehatan mental. Studi menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan dan depresi.
Kurang tidur juga bisa menurunkan daya konsentrasi dan memperburuk suasana hati. Ini tentu akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas hidup seseorang.
Untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, masyarakat disarankan untuk tidur cukup 7 hingga 9 jam setiap malam.
Selain itu, menjaga pola tidur yang teratur, membatasi penggunaan gawai menjelang tidur, dan menghindari konsumsi kafein di malam hari juga dianjurkan.
Dengan tidur cukup dan berkualitas, tubuh akan lebih segar, sistem imun bekerja optimal, dan risiko penyakit kronis pun bisa ditekan.***






