Astakamedia.com — Para pakar kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengonsumsi antibiotik. Pasalnya, penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak sesuai anjuran dokter dapat memicu resistensi, yaitu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kasus resistensi antibiotik di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut resistensi antibiotik sebagai salah satu ancaman kesehatan global terbesar saat ini.
Banyak masyarakat yang masih menganggap antibiotik sebagai obat segala penyakit, padahal obat ini hanya efektif melawan infeksi bakteri.
Flu atau pilek yang disebabkan virus tidak memerlukan antibiotik. Jika digunakan sembarangan, bakteri akan beradaptasi dan menjadi kebal, sehingga di masa depan obat ini tidak lagi manjur.
Selain itu, efek samping penggunaan antibiotik berlebihan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh, memicu alergi, hingga masalah pencernaan.
Untuk itu, masyarakat diimbau selalu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi antibiotik, serta menghabiskan obat sesuai dosis yang diberikan.
Pemerintah terus menggalakkan kampanye penggunaan antibiotik bijak melalui rumah sakit dan puskesmas.
Masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahwa antibiotik bukan obat rutin, melainkan senjata khusus yang harus digunakan secara tepat untuk mencegah krisis kesehatan di masa depan.***






