Bikin Haru, Lantip Bogor Percepat Akses Kesehatan Mata bagi Lansia

Astakamedia.com – di Kota Bogor membuktikan bahwa usia bukan hambatan untuk menjadi solusi bagi sesama. Melalui “Gerakan Bogor Melihat”, komunitas Aktif Peduli Indonesia (Lantip) Kota Bogor melakukan terobosan dengan memangkas prosedur medis yang biasanya berbelit menjadi layanan instan “lima menit jadi”.

​Berpusat di Mall Boxies 123 pada Selasa (10/2), aksi ini menyasar masalah penting. Dimana 62 persen di Bogor Timur mengalami gangguan penglihatan namun enggan berobat karena kendala biaya dan administrasi.

Bacaan Lainnya

​Berbeda dengan kegiatan sosial konvensional, gerakan ini menonjolkan efisiensi reformasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A. Rachim. Ketua Pelaksana, Adang K. Saputra, mengungkapkan bahwa kecepatan eksekusi di lapangan terjadi berkat dukungan penuh pemerintah yang tidak lagi kaku dalam prosedur.

​”Reformasi di Bogor saat ini memudahkan kami bergerak cepat tanpa prosedur berbelit. Periksa 5 menit, kacamata langsung jadi dan gratis,” ujar Adang.

​Tidak hanya kacamata, gerakan ini bertindak sebagai jembatan medis. yang terdeteksi katarak langsung didata untuk disalurkan ke rumah sakit mitra guna mendapatkan tanpa biaya.

​Apresiasi datang dari Pemerintah Kota Bogor. Asisten Pemerintahan (Aspem), Eko Prabowo, menilai inisiatif ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas bidang.

Menariknya, data kesehatan yang terkumpul dari 522 peserta tidak hanya menjadi arsip, tetapi akan diserahkan ke Puskesmas sebagai instrumen kebijakan pembinaan kesehatan masyarakat ke depan.

​”Lantip Bogor luar biasa. Beliau-beliau ini adalah para senior dari berbagai segmen yang berkolaborasi meringankan beban masyarakat,” kata Eko Prabowo.

​Target besar telah dipatok 10.000 di Bogor Raya harus terbebas dari masalah penglihatan. Adang menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini adalah penggunaan basis data Puskesmas agar bantuan tepat sasaran bagi mereka yang paling membutuhkan (eligible).

​Lebih dari sekadar kesehatan fisik, Gerakan Bogor Melihat adalah upaya menjaga martabat agar tetap produktif dan tidak merasa terisolasi.

​”Kami ingin di Bogor tetap aktif. Secara sosial kita unggul karena ikatan keluarga di sini kuat, tinggal didukung dengan kesehatan fisik yang mumpuni,” pungkas Adang.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *