Astakamedia.com – Ikatan Pemuda Mawar Tengah angkat suara! Langkah HPPMI yang menerapkan prosedur ketat menjelang Idul Adha dinilai sudah tepat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Di tengah potensi persoalan distribusi hingga kesehatan hewan kurban, pengetatan aturan justru menjadi tameng agar pelaksanaan Idul Adha tidak berubah jadi polemik di tengah masyarakat. Jangan sampai kelonggaran malah membuka celah pelanggaran yang merugikan rakyat.
Ketua Ikatan Pemuda Mawar Tengah, Antonius Hendry Sakkot Panjaitan, S.Ak, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan sosial yang harus dijaga bersama.
“Ini bukan hanya soal prosedur, tapi soal komitmen kita menjaga ketertiban, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Jangan ada pihak yang menganggap ini sepele, apalagi mencoba mencari celah untuk menghindari aturan,” tegas Antonius.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Pencegahan penyakit hewan itu harga mati. Tidak boleh ada hewan kurban yang lolos tanpa pemeriksaan. Semua wajib dicek secara menyeluruh dari asal, kondisi kesehatan, hingga kelayakannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Antonius secara tegas mengajak seluruh pihak terkait untuk turun langsung melakukan pengawasan di lapangan.
“Kami mengajak HPPMI dan kepala daerah untuk tidak hanya membuat aturan, tetapi juga turun langsung melakukan pengecekan di lapangan. Pastikan seluruh hewan kurban benar-benar sehat dan layak. Jangan sampai ada kelalaian yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan langsung pemerintah daerah menjadi kunci agar pengawasan berjalan maksimal dan tidak hanya bersifat formalitas.
“Jangan hanya sebatas imbauan. Harus ada tindakan nyata. Pengecekan langsung di lapangan adalah bukti keseriusan dalam melindungi masyarakat,” lanjutnya.
Antonius juga menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap pihak-pihak yang mencoba melanggar aturan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Siapa pun yang coba bermain di balik momentum ini harus siap berhadapan dengan konsekuensi. Jangan jadikan Idul Adha sebagai ajang mencari keuntungan dengan mengorbankan kepentingan masyarakat luas. Penegakan aturan harus dilakukan tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa Ikatan Pemuda Mawar Tengah akan ikut mengawal kebijakan ini hingga benar-benar berjalan optimal.
“Kami tidak hanya mendukung, tapi juga akan ikut mengawal. Idul Adha harus berjalan aman, tertib, dan terbebas dari risiko penyakit. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutup Antonius.***






