Bupati Bogor Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Galuga Terus Dikebut hingga Aman

Astakamedia.com, Rudy Susmanto memastikan penanganan kebakaran di , Kecamatan Cibungbulang, terus dilakukan secara intensif. Pemadaman dan proses pendinginan masih dikebut untuk memastikan seluruh titik yang berpotensi menyimpan bara api benar-benar .

Rudy mengatakan, proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus lantaran api berada di dalam tumpukan sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun.

Bacaan Lainnya

Sejumlah gundukan sampah yang masih mengeluarkan asap terlebih dahulu dibongkar dan dipecah agar bara di bagian dalam dapat dijangkau, kemudian dilakukan penyemprotan untuk menurunkan suhu.

“Mesin terus berjalan. Hari ini kita bergotong royong bersama-sama masuk ke wilayah Kota Bogor, kita padamkan api. Beberapa gundukan yang mengeluarkan asap kita pecah, kita bongkar, setelah itu kita semprot dan dinginkan semuanya,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, karakter kebakaran di memiliki tantangan yang hampir menyerupai kebakaran lahan gambut.

Tumpukan sampah yang memiliki ketinggian lebih dari 10 meter dan sudah padat memungkinkan bara api tetap menyala di bagian dalam meski tidak terlihat dari permukaan.

Ia menjelaskan, pembongkaran tumpukan sampah menjadi langkah penting untuk memastikan bara api yang tersembunyi dapat ditemukan dan dipadamkan. Sebab, asap yang kembali muncul saat gundukan dibongkar menjadi tanda masih adanya bara di dalam tumpukan sampah.

“Pada saat dibongkar, tiba-tiba keluar asap mengepul warna hitam. Itu sebenarnya di dalamnya masih ada bara api yang menyala. Kalau tidak kita bongkar, ditunggu satu, dua, tiga hari tidak akan pernah mereda apinya,” jelasnya.

Rudy menargetkan proses pendinginan terus berlangsung hingga menjelang subuh. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pelayanan persampahan dapat kembali berjalan secara bertahap.

Ia menegaskan, sampah dari wilayah Bogor maupun Kota Bogor tetap harus ditangani agar tidak menumpuk di kawasan permukiman.

“Kita kebut sampai jelang subuh. Subuh truk sampah mulai masuk, kemudian kita atur durasinya beberapa jam berjalan. Sampah dari Kota Bogor dan Bogor tidak bisa kita biarkan ada di tengah kota, harus masuk ke TPA,” tegasnya.

Selain fokus pada pemadaman, Pemkab Bogor juga memberikan perhatian terhadap warga yang terdampak kebakaran. Sejak hari pertama, empat posko telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dinas Sosial juga menyiapkan bagi warga yang membutuhkan.

“Prinsip kami keselamatan masyarakat itu yang paling utama. Kami mohon maaf kalau belum maksimal, tetapi kami upayakan semua tertangani satu per satu,” kata Rudy.

Rudy menegaskan penanganan kebakaran TPA Galuga membutuhkan kolaborasi lintas wilayah. Kondisi tumpukan sampah serta arah angin dapat berdampak terhadap wilayah Bogor maupun Kota Bogor, sehingga upaya pemadaman tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

“Kita tidak boleh terlena walaupun sudah tidak terlihat api. Potensi api masih bisa muncul. Penanganan kebakaran ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama antara Pemerintah Kota Bogor dan ,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *