KKN 40 UIKA Bogor Salurkan Bank Sampah Induk, Dorong Warga Pilah Sampah Menjadi Nilai Ekonomis

Astakamedia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 40 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) menyalurkan dan membuat Bank Sampah Induk di RT 01/RW 04, Kampung Ciasmara Hilir, Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan, .

Program tersebut menjadi salah satu program kerja unggulan KKN 40 UIKA sebagai upaya mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya melalui pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah.

Bacaan Lainnya

Ketua RT 01/RW 04, Ibu Siti, menyambut baik kehadiran Bank Sampah Induk yang diberikan mahasiswa KKN 40 UIKA . Menurutnya, keberadaan bank sampah sangat bermanfaat bagi warga dan ke depan akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukasi.

“Menurut saya, bank sampah ini sangat bermanfaat, khususnya buat warga saya. Ini nanti selanjutnya akan saya adakan penyuluhan-penyuluhan untuk anak-anak,” ujar Siti.

Ia mengatakan, edukasi mengenai pengelolaan sampah akan dimulai dari anak-anak. Mereka akan diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memanfaatkan Bank Sampah yang telah disediakan.

“Khususnya anak-anak kecil juga kita latih, kita belajar cara buang sampah seperti tidak buang sampah sembarangan. Kita gunakan bank sampah yang dikasih anak-anak KKN 40 UIKA ini, kita manfaatkan,” katanya.

Selain menyasar anak-anak, pengelolaan Bank Sampah juga akan melibatkan para ibu di lingkungan RT 01/RW 04. Siti menyebut, struktur organisasi Bank Sampah yang telah dibentuk nantinya akan diterapkan dalam kegiatan pemilahan sampah secara rutin.

“Kita akan lakukan pemilahan sampah mungkin kalau bisa seminggu sekali. Nanti sampah setelah pemilahan kita kumpulkan di bank sampah induknya. Kalau sudah terkumpul bisa kita jual buat jadi kas KRL (Kampung Ramah Lingkungan),” jelasnya.

Menurut Siti, dukungan masyarakat menjadi modal penting agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia menilai kekompakan warga, khususnya ibu-ibu dan para pemuda, masih terjaga dalam berbagai kegiatan sosial.

Ia berharap keberadaan Bank Sampah dapat memberikan manfaat secara bertahap bagi masyarakat, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun .

“Manfaatnya pokoknya pasti nanti. Biarpun secara pelan-pelan, belum langsung semuanya, tapi kita mau belajar sedikit demi sedikit. Mengajak warga, mengajak masyarakat, mengajak anak-anak khususnya cara membuang sampah itu jangan sembarangan, kita buang sampah pada tempatnya. Nanti mungkin bisa bernilai ekonomis, mungkin ada tambahan-tambahan,” tuturnya.

Siti juga menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN 40 UIKA yang telah membantu menyediakan Bank Sampah Induk di lingkungan Kampung Ramah Lingkungan.

“Terima kasih banyak serta mengapresiasi untuk anak-anak KKN 40 UIKA Bogor yang telah membantu membuatkan Bank Sampah Induk, khususnya di KRL (Kampung Ramah Lingkungan),” katanya.

Sementara itu Ketua Kelompok KKN 40 UIKA Bogor Desa Cibitung Kulon, Mabrur, mengatakan Bank Sampah dipilih sebagai salah satu program kerja unggulan karena persoalan sampah merupakan masalah yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kami memilih Bank Sampah sebagai program kerja unggulan karena melihat bahwa permasalahan sampah merupakan salah satu hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Mabrur.

Menurutnya, melalui program tersebut mahasiswa tidak hanya ingin mengurangi jumlah sampah yang dibuang begitu saja, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah dengan lebih baik.

“Melalui Bank Sampah, kami tidak hanya ingin mengurangi sampah yang dibuang begitu saja, tetapi juga mengajak warga untuk memilah dan mengelola sampah dengan lebih baik,” katanya.

Mabrur menambahkan, sampah yang masih memiliki nilai nantinya dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sehingga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.

“Selain memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, sampah yang memiliki nilai juga dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sehingga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap Bank Sampah Induk yang telah disalurkan dapat terus berjalan setelah mahasiswa KKN menyelesaikan kegiatan pengabdian di Desa Cibitung Kulon.

“Kami berharap program ini bukan hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi bisa terus berjalan dan dikembangkan oleh warga setelah kami selesai melaksanakan KKN,” ungkap Mabrur.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan Bank Sampah dapat meningkatkan kesadaran warga RT 01/RW 04 untuk memilah sampah sejak dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan adanya Bank Sampah Induk tersebut, KKN 40 UIKA Bogor berharap masyarakat dapat menjaga keberlanjutan program secara mandiri. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, pengelolaan sampah juga diharapkan mampu membuka peluang manfaat bagi warga RT 01/RW 04 Desa Cibitung Kulon.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *