Astakamedia.com – Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung kini semakin banyak dialami oleh masyarakat, terutama di kalangan usia produktif.
Penyakit ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, hingga mulut terasa asam.
Meski terlihat sepele, GERD dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas seseorang jika tidak ditangani dengan baik.
Gaya hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama GERD. Kebiasaan makan tidak teratur, sering konsumsi makanan pedas, asam, berlemak, serta minuman berkafein dan bersoda sangat berpengaruh. Ditambah lagi dengan stres, merokok, dan kebiasaan langsung rebahan setelah makan.
Selain itu, obesitas dan kehamilan juga dapat meningkatkan risiko GERD. Tekanan pada perut yang meningkat dapat memicu melemahnya katup esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Jika GERD yang tidak ditangani dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti luka di kerongkongan, penyempitan saluran makanan, dan dalam kasus kronis, bahkan meningkatkan risiko kanker esofagus.
Untuk mencegah GERD, masyarakat disarankan untuk menjaga pola makan sehat, menghindari stres berlebihan, dan menjaga berat badan ideal.
Bila gejala terus berlanjut, pemeriksaan medis dan pengobatan jangka panjang mungkin diperlukan.
GERD bukan penyakit yang bisa diabaikan. Mengenali penyebabnya dan segera melakukan perubahan gaya hidup bisa menjadi langkah awal untuk hidup lebih sehat dan nyaman.***






