Astakamedia.com – Suara berisik dari rantai motor sering kali menjadi keluhan para pengendara roda dua. Tak hanya mengganggu kenyamanan, suara gemeretak dari rantai juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada komponen motor yang satu ini.
Untuk menghindari risiko kerusakan lebih parah, para pengendara disarankan untuk segera melakukan pengecekan dan perawatan berkala.
Rantai motor yang berisik umumnya disebabkan oleh rantai yang kering, kendor, atau sudah aus. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu kinerja mesin dan bahkan merusak gir motor.
Rantai membutuhkan pelumas. Kalau dibiarkan kering, selain berisik juga bisa cepat aus. Idealnya rantai dilumasi setiap 500 sampai 700 kilometer.
Berikut beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan pengendara untuk mengatasi rantai motor yang berisik:
1. Rutin Melumasi Rantai
Gunakan pelumas khusus rantai (chain lube) secara berkala agar rantai tetap licin dan tidak kering. Hindari penggunaan oli bekas karena bisa mempercepat penumpukan kotoran.
2. Cek dan Atur Ketegangan Rantai
Rantai yang terlalu kendor atau terlalu kencang bisa menimbulkan suara. Atur ketegangan sesuai standar pabrikan, biasanya terdapat toleransi sekitar 2-3 cm dari posisi standar.
3. Bersihkan Rantai dari Kotoran
Debu dan lumpur yang menempel bisa membuat rantai berisik. Gunakan sikat khusus dan cairan pembersih untuk membersihkannya secara menyeluruh.
4. Ganti Rantai dan Gir Jika Sudah Aus
Jika suara tak kunjung hilang meski sudah dilakukan pelumasan dan penyetelan, bisa jadi rantai atau gir sudah aus. Disarankan untuk mengganti keduanya secara bersamaan agar performa maksimal.
5. Gunakan Penutup Rantai (Chain Cover)
Beberapa motor sudah dilengkapi chain cover. Fungsinya selain melindungi dari kotoran, juga bisa meredam suara rantai yang berisik.
Perawatan ringan seperti ini bisa dilakukan sendiri di rumah atau saat mencuci motor. Namun, jika dirasa sulit, pengendara dapat membawa motor ke bengkel terpercaya untuk perawatan lebih lanjut.***






