Astakamedia.com – Cokelat dikenal sebagai camilan manis yang digemari banyak orang dari berbagai usia. Selain rasanya yang lezat, cokelat juga mengandung senyawa yang dapat meningkatkan mood.
Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi cokelat secara berlebihan ternyata dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Kandungan gula, lemak jenuh, dan kafein dalam cokelat, khususnya cokelat susu dan cokelat putih, bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan jika dikonsumsi tanpa batas.
Cokelat punya manfaat, seperti antioksidan yang tinggi terutama dalam dark chocolate. Tapi jika dikonsumsi berlebihan, bisa menyebabkan obesitas, jerawat, hingga gangguan pencernaan.
Selain risiko kenaikan berat badan, cokelat dalam jumlah besar juga berpotensi memicu gangguan tidur, terutama jika dikonsumsi menjelang malam. Hal ini disebabkan oleh kandungan kafein di dalamnya.
Bagi penderita migrain, cokelat juga bisa menjadi pemicu kambuhnya sakit kepala.
Kandungan tyramine dan phenylethylamine dalam cokelat diduga berperan dalam memperparah gejala migrain pada sebagian orang.
Tak hanya itu, konsumsi cokelat yang tinggi juga dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama jika dikonsumsi oleh individu yang sudah memiliki faktor risiko.
Meski demikian, konsumsi cokelat masih bisa memberikan manfaat, asal dilakukan secara bijak.
Para ahli menyarankan untuk memilih dark chocolate dengan kadar kakao minimal 70 persen dan mengonsumsinya dalam jumlah terbatas, tidak lebih dari satu hingga dua potong kecil per hari.***






