Astakamedia.com – Angka kasus radang usus buntu atau appendicitis di Indonesia masih tergolong tinggi. Kondisi ini kerap terlambat ditangani karena banyak masyarakat belum mengenali gejala awalnya.
Usus buntu merupakan peradangan pada kantong kecil yang terletak di bagian kanan bawah perut. Meski terdengar sepele, penyakit ini dapat berakibat fatal bila tidak ditangani segera.
Banyak pasien datang ketika sudah dalam kondisi berat. Padahal gejala usus buntu biasanya sudah muncul sejak awal, hanya sering dianggap masuk angin atau sakit perut biasa.
Beberapa gejala yang umum dirasakan penderita antara lain Nyeri perut yang awalnya di sekitar pusar lalu berpindah ke perut kanan bawah. Mual dan muntah. Hilang nafsu makan. Demam ringan. Perut kembung atau sulit buang angin dan Rasa sakit bertambah parah saat bergerak atau batuk.
Jika gejala tersebut tidak ditangani, risiko komplikasi seperti pecahnya usus buntu bisa terjadi dan memerlukan tindakan operasi darurat.
Bagi yang mengalami gejala tersebut, masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan bila mengalami nyeri perut berkepanjangan, terlebih jika rasa sakit terpusat di perut kanan bawah.
Kuncinya adalah kesadaran untuk segera memeriksakan diri. Semakin cepat ditangani, semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi. ***






