Astakamedia.com – Penyakit usus buntu atau apendisitis kerap kali datang secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri hebat di perut bagian kanan bawah.
Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, para ahli kesehatan menyebutkan bahwa pola makan berperan besar dalam memicu peradangan pada usus buntu.
Beberapa jenis makanan disebut-sebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pada rongga usus buntu, yang kemudian memicu peradangan.
Makanan rendah serat, tinggi lemak, serta makanan yang mengandung biji-bijian kecil yang tidak tercerna dengan baik menjadi perhatian.
Contohnya seperti makanan cepat saji, gorengan, serta camilan rendah serat yang sering dikonsumsi anak-anak dan remaja.
Selain itu, biji cabai dan biji jambu biji yang tertelan tanpa sengaja juga berisiko menyumbat saluran usus buntu.
Ketika saluran usus buntu tersumbat, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan infeksi serius.
Gejalanya bisa berupa sakit perut yang makin lama makin nyeri, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, hingga demam.
Meski mitos seputar biji cabai sebagai penyebab utama usus buntu masih jadi perdebatan, beberapa kasus medis menunjukkan adanya benda kecil tak tercerna yang ditemukan menyumbat usus buntu pasien.
Untuk mencegah apendisitis, masyarakat juga disarankan untuk tidak menahan buang air besar terlalu lama dan menghindari kebiasaan makan tidak teratur.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada usus buntu, sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penanganan medis yang cepat dapat mencegah komplikasi serius, termasuk pecahnya usus buntu yang dapat mengancam nyawa.***






