Astakamedia.com – Kerokan atau dikerok sudah menjadi tradisi turun-temurun yang dipercaya banyak masyarakat Indonesia untuk mengatasi masuk angin.
Dengan menggunakan koin dan balsam, bagian punggung digosok hingga muncul garis-garis merah yang dianggap sebagai tanda keluarnya angin dari dalam tubuh. Namun, benarkah kerokan efektif secara medis atau hanya sebatas mitos?
Kerokan memang bisa memberikan rasa nyaman, terutama karena meningkatkan aliran darah di permukaan kulit. Tapi bukan berarti mengeluarkan angin dari tubuh, karena secara medis, tidak ada istilah ‘angin masuk’ dalam tubuh.
Dari sisi medis, istilah masuk angin sebenarnya tidak dikenal. Gejala yang sering dikaitkan dengan masuk angin seperti kembung, meriang, pegal, hingga sakit kepala biasanya merupakan tanda kelelahan, kurang tidur, gangguan pencernaan, atau infeksi ringan.
Kerokan bisa membantu tubuh menjadi lebih rileks, dan sensasi hangatnya bisa menenangkan otot-otot yang tegang. Tapi ini bukan penyembuhan.
Bila gejalanya berat, seperti demam tinggi, nyeri dada, atau muntah-muntah, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Meski kerokan aman dilakukan pada sebagian orang, tidak disarankan bagi mereka yang memiliki masalah pembuluh darah, kulit sensitif, atau gangguan pembekuan darah.
Selain itu, terlalu sering dikerok juga bisa menyebabkan iritasi kulit hingga infeksi.
Pakar kesehatan lainnya juga menyarankan alternatif yang lebih aman, seperti minum air hangat, beristirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi untuk memulihkan kondisi tubuh.
Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan tidak menjadikan kerokan sebagai satu-satunya cara mengobati berbagai keluhan kesehatan.***






